Ratusan Warga Padati Rumah PoHan: Pertunjukan “Gambang Semarang” Berlangsung Meriah dan Penuh Antusiasme

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Gambang semarang oleh UKM Kridha Laras Universotas Negeri Semarang. (dok pribadi)

Penampilan Gambang semarang oleh UKM Kridha Laras Universotas Negeri Semarang. (dok pribadi)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pertunjukan seni “Gambang Semarang” yang digelar Dewan Kesenian Semarang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah pada Minggu malam (23/11) di Rumah PoHan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Gedung pertunjukan di kawasan Kota Lama tersebut dipadati ratusan pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari mahasiswa, pelaku seni, peneliti kebudayaan, komunitas lokal, hingga tokoh-tokoh terkemuka Semarang dan para pegiat warisan budaya kota.

Ketua Dewan Kesenian Semarang, Adhitia Armitrianto, menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci keberlanjutan tradisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penampilan pembuka oleh Satoeboemi. (dok pribadi)

“Melalui penampilan UKM Kridha Laras, kami ingin membuka ruang apresiasi sekaligus memberi kesempatan bagi seniman muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian seni tradisi,” ujarnya.

Acara dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan penampilan pembuka dari Unit Kesenian Satoeboemi, yang membawakan musikalisasi puisi secara menarik dan memikat. Aksi pembuka ini berhasil membangun suasana apresiatif sekaligus menyiapkan energi penonton untuk menyambut pertunjukan utama.

Momen yang paling ditunggu akhirnya hadir ketika UKM Kridha Laras Universitas Negeri Semarang naik panggung membawakan seni Gambang Semarang secara penuh.

Penampilan mereka mendapat apresiasi besar dari penonton, terutama berkat penguasaan instrumen, teknik vokal, serta penataan repertoar yang rapi dan intens.

Baca Juga :  Guys! Jangan Lewatkan Bedah Buku "Filsafat Dekonstruksi" Bersama Para Pakar
Sesi dagelan pada pertunjukan. (dok pribadi)

Dengan harmonisasi khas Gambang Semarang yang memadukan unsur Tionghoa, Jawa, dan tradisi pelabuhan, kelompok muda ini tampil sangat atraktif dan menunjukkan kemampuan artistik yang tidak main-main.

Yang membuat pertunjukan malam itu semakin hidup adalah hadirnya drama komedial sebagai selingan di antara lagu-lagu yang dibawakan. Drama pendek tersebut sukses mengundang tawa dan tepuk tangan, memberi dinamika segar sekaligus menunjukkan bahwa Gambang Semarang dapat hadir secara komunikatif dan relevan di hadapan generasi masa kini.

Respons penonton yang hangat menunjukkan bahwa pendekatan kreatif semacam ini dapat menjadi strategi penting dalam merawat tradisi agar tetap dekat dengan masyarakat.

“Kami benar-benar puas melihat bagaimana ruangan terisi penuh oleh para pengunjung dari beragam latar belakang. Kehadiran Ibu Sylvie—kolektor, arsiparis, sekaligus pemilik Rumah PoHan—bersama Pak Ong Po Han, Ibu Grace, dan Prof. Hardhono yang selama ini peduli terhadap perkembangan budaya kota, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi titik temu lintas disiplin, “ujar Kesit Widjanarko, Pimpinan Produksi.

Baca Juga :  Momen Bahagia, Astronot Tertua NASA Kembali ke Bumi Tepat di Hari Ultahnya ke-70. Simak!

Ia juga berharap, dari perjumpaan ini dapat menumbuhkan sebuah forum resmi yang kelak dapat berbicara lebih jauh tentang pengembangan identitas budaya kota.

Melihat tingginya antusiasme pengunjung, Dewan Kesenian Semarang dan Rumah PoHan tengah mempertimbangkan untuk menjadikan pertunjukan ini sebagai agenda tahunan, sebagai bentuk selebrasi bagi Gambang Semarang sekaligus upaya memperkuat identitas budaya kota.

Penampilan Gambang semarang oleh UKM Kridha Laras Universotas Negeri Semarang. (dok pribadi)

Dalam konteks pelestarian tradisi lintas generasi, Yvonne Sibuea, periset kebudayaan Tionghoa dari EIN Institute, menekankan pentingnya menjaga relevansi Gambang Semarang terhadap perkembangan zaman.

“Kesenian seperti Gambang Semarang hanya bisa terus hidup bila ia disambungkan dengan generasi hari ini. Tradisi bukan sekadar benda masa lampau; ia harus bernafas dan berbicara dengan cara yang bisa dipahami anak muda. Ketika generasi baru terlibat, maka tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga tumbuh bersama perubahan zaman,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali salah satu kesenian khas Semarang, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dukungan publik yang begitu kuat menjadi dorongan penting bagi upaya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB