Ramadan Terasa Sebentar, Tiba-tiba Idul Fitri Ajah

- Penulis

Selasa, 1 April 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hanafi, alumnus mahasiswa IAIN Madura

Hanafi, alumnus mahasiswa IAIN Madura

SUARAMUDA, SEMARANG – Ramadan merupakan bulan yang begitu istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia tanpa terkecuali.

Keistimewaan bulan Ramadan sudah tertera di dalam Al-Qur’an seperti Al-Baqarah ayat 185.

Dalam ayat tersebut berbunyi, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, berdasarkan banyak riwayat: hadist dalam Islam keistimewaan lain adalah momen mustajab untuk berdoa, syaitan di belenggu, dan sebagainya.

Di bulan itu masyarakat berlomba-lomba menanam kebaikan seperti memperbanyak sedekah selain menahan lapar dan minum, serta hawa nafsu yang membatalkan puasa.

Selama kurang lebih 30 hari umat Islam diuji kualitas keimanannya agar saat menyambut Idul Fitri bisa merayakan hari kemenangan dengan penuh khidmat.

Kemenangan yang dimaksud bukan diukur menumpuk harta lalu berlomba-lomba pamer jabatan hingga diakui orang.

Namun konsep kemenangan yang esensial adalah seberapa besar manusia mau bertakwa kepada Tuhannya dan menjadi ‘Rahmatan al Alamin‘.

Baca Juga :  Komunitas Safari Religi (KSR) UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kunjungi Padepokan Lemah Wangi, Ikuti Peringatan 'Tradisi Syura'

Jika ditelaah lagi, ini merupakan tantangan terbesar bagi umat Muslim agar Ramadan benar-benar menghasilkan kualitas: tidak sekedar kuantitas.

Sebulan lamanya adalah waktu singkat dan begitu cepat bagaikan pedang yang akan menebas manusia.

Sebab, Ramadan bukan hanya ajang sekedar formalitas melainkan perlu memaksimalkan esensi kebaikan yang bisa dipetik.

Kebaikan walaupun mungkin itu dianggap ringan namun bisa mengkristal dalam jiwa sehingga bisa berkelanjutan.

Sebagai contoh, misalnya ke masjid hanya seminggu sekali saat shalat Jum’at, minimal ke rumah Allah bisa ditingkatkan lagi.

Lalu, contoh lain misalnya bersedekah yang dilakukan hanya sebulan sekali, bisa jadi dua kali yang penting berkelanjutan.

Selanjutnya contoh lain ialah perubahan karakter menuju lebih baik.

Ini diperlukan adanya introspeksi, yakni dengan menurunkan hingga menghilangkan ego merasa paling benar.

Tidak lain adalah sikap berbudi luhur—pekerti yang ingin dicapai sebagai dampak yang nyata dari Ramadan.

Perbuatan-perbuatan kebaikan lainnya yang biasa dilakukan saat Ramadan, bisa dilanjutkan usai bulan penuh keistimewaan itu minggat.

Baca Juga :  BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Sukses Gelar "Pesantren Marjinal Jalan Cahaya" untuk 100 Pemuda Disabilitas dan Rentan di Sukoharjo

Sebab, namanya umur, bulan Ramadan tahun depan tidak ada yang tahu, apakah kita dapat berjumpa atau tidak; umur tidak milih tua dan muda.

Menjadi refleksi mendalam bagi kita utamanya spiritualitas untuk menyongsong hari- hari selanjutnya.

Sebab, spiritualitas merupakan bagian dimensi utama anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia akan terang benderang jika dimensi spiritualitas anak-anak bangsa ditebalkan.

Dimensi spiritualitas mengatur segala aspek: tidak hanya hubungan vertikal dengan Tuhan tapi juta horizontal sesama manusia.

Negara Indonesia merupakan bangsa yang berkeTuhanan, artinya percaya bahwa Tuhan itu ada dengan keyakinan masing-masing.

Kenapa Indonesia masih banyak yang korupsi? Karena Tuhan saja tidak ditakuti, apalagi manusia.

Adalah PR besar bagi kita terlebih umat Muslim usai Ramadan menjawab segala tantangan dan dinamika terkini di tengah isu global dan nasional.

Begitu singkatnya bulan Ramadan itu telah lewat, tiba-tiba sudah Lebaran Idul Fitri ajah.

Selamat Hari Raya Idul Fitri yah, mohon maaf lahir dan batin. (Red)

Penulis: Hanafi, alumnus mahasiswa IAIN Madura

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB