BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Sukses Gelar “Pesantren Marjinal Jalan Cahaya” untuk 100 Pemuda Disabilitas dan Rentan di Sukoharjo

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Dalam upaya mewujudkan keadilan akses pendidikan agama dan memberikan dukungan psikososial menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, BAZNAS RI bekerja sama dengan Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia sukses merampungkan program pembinaan keagamaan yang sangat inklusif.

Kegiatan yang secara resmi membawa slogan “Pesantren Jalan Cahaya” ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H.

Rangkaian kegiatan edukatif dan spiritual ini diselenggarakan selama dua hari satu malam, mulai dari hari Sabtu hingga Ahad (28 Februari – 1 Maret 2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun lokasi pelaksanaan dipusatkan secara terpadu di Pendopo Balai Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Sesuai dengan target sasaran program, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 100 orang peserta yang berasal dari kelompok marjinal dan rentan di berbagai sudut Kabupaten Sukoharjo.

Ratusan peserta istimewa tersebut merupakan pemuda dan remaja penyandang disabilitas (meliputi tuna rungu wicara, tuna grahita, dan tuna daksa), serta anak-anak yatim dhuafa dan remaja yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H ini sengaja dirancang untuk menjadi ruang aman (safe space) sekaligus fasilitas spiritual healing agar mereka dapat menyambut bulan puasa dengan jiwa yang lebih tangguh dan hati yang penuh penerimaan.

Staf Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Muhammad Syukron Amin, SH, yang turun langsung untuk memastikan optimalisasi program di lapangan, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Melalui inisiatif ini, BAZNAS RI ingin menegaskan bahwa literasi keagamaan dan manfaat zakat adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang keterbatasan fisik maupun latar belakang ekonomi mereka, ” tegas Muhammad Syukron Amin.

Baca Juga :  Mau Ke Haul Solo 2024, Simak Rangkaian Acaranya Ini Sob!

Dikatakan, esantren Jalan Cahaya adalah slogan dari Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H yang merepresentasikan harapan barubaru.

“Kami sangat takjub dan berterima kasih kepada Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia yang mampu mengeksekusi visi mulia ini menjadi sebuah ruang belajar yang adaptif, hangat, dan benar-benar merangkul kawan-kawan disabilitas di Sukoharjo,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok Ibni Faisal, selaku pucuk pimpinan lembaga mitra pelaksana, menyoroti pendekatan khusus yang diterapkan oleh panitia dan narasumber selama dua hari kegiatan berlangsung.

“Fokus terbesar kami bukanlah mencekoki mereka dengan materi yang berat, melainkan melakukan spiritual healing. Kami melihat banyak dari 100 peserta ini yang datang dengan membawa rasa rendah diri akibat stigma di luar sana, ” katanya.

Fadhel menbahkan, melalui pendampingan yang intens, penggunaan Juru Bahasa Isyarat, serta metode penyampaian yang visual dan ramah, mereka akhirnya menyadari fitrahnya. Senyum dan keaktifan mereka adalah indikator keberhasilan bahwa Pesantren Jalan Cahaya ini sukses menyentuh relung hati mereka terdalam,

Keberhasilan acara berskala nasional di tingkat daerah ini juga tidak terlepas dari fasilitasi dan dukungan luar biasa dari aparatur desa setempat. Kepala Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Darmanto, S.Pd, menyatakan kebanggaannya dapat memfasilitasi kegiatan kemanusiaan ini.

“Bagi Pemerintah Desa Jatisobo, menjadi tuan rumah untuk program dari BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya adalah sebuah kehormatan besar, “ungkap Darmanto.

“Pesantren Jalan Cahaya ini bukan hanya sekadar acara keagamaan, tetapi juga sebuah teguran lembut sekaligus edukasi bagi masyarakat luas agar lebih melek terhadap isu inklusivitas dan pemenuhan hak-hak kelompok disabilitas di lingkungan kita”.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at: Dimensi Rohani Dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Bagi para peserta, kegiatan ini meninggalkan jejak emosional yang sangat positif. Wafa Nur Azizah, salah satu peserta Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan, mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari program ini.

“Di sini aku menemukan keluarga baru. Biasanya aku sering merasa tidak percaya diri dengan keadaanku, tapi di Pesantren Jalan Cahaya ini, semua pemateri dan panitia sangat mengayomi. Aku diajarkan bahwa Allah tidak melihat rupa atau fisik, tapi melihat hati kita. Ini membuatku sangat lega dan siap menjalankan puasa dengan bahagia,” tutur Wafa dengan penuh haru.

Pengalaman berkesan juga diceritakan oleh Nadhifan Rafandra, peserta Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan yang mengikuti sesi shalat malam (Qiyamullail) dan materi dengan penuh semangat.

“Programnya sangat luar biasa dan mudah dimengerti. Kehadiran kakak Juru Bahasa Isyarat sangat membantu kami yang memiliki keterbatasan pendengaran untuk menangkap ilmu dari narasumber. Di Pesantren Jalan Cahaya ini, saya belajar untuk membuat komitmen perubahan. Saya berjanji pada diri sendiri untuk menjadi pemuda yang mandiri, tidak mudah mengeluh, dan terus menebar manfaat bagi orang lain,” kata Nadhifan.

Kegiatan ditutup dengan tangis haru saat sesi renungan dan komitmen perubahan, dilanjutkan dengan pendistribusian santunan dukungan ibadah dan bingkisan spesial Ramadhan dari BAZNAS RI kepada 100 penerima manfaat.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda Sukoharjo yang tidak hanya kuat secara mental, tetapi juga bangga dengan fitrahnya menyambut datangnya bulan penuh rahmat. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Berita Terbaru