Pelajaran Berharga dari Bencana Gempa Myanmar-Thailand

- Penulis

Minggu, 30 Maret 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan yang rusak setelah gempa bumi 7,7 magnitudo melanda Myanmar bagian tengah, di Mandalay, Myanmar, 28 Maret 2025. Reuters/Stringer

Bangunan yang rusak setelah gempa bumi 7,7 magnitudo melanda Myanmar bagian tengah, di Mandalay, Myanmar, 28 Maret 2025. Reuters/Stringer

SUARAMUDA, SEMARANG – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Sagaing dekat Mandalay, Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025.

Bencana itu setidaknya meninggalkan jejak kehancuran dan duka yang mendalam.

Mengapa gempa dasyat terjadi di Myanmar?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Myanmar terletak di perbatasan lempeng tektonik India dan Eurasia, menjadikannya salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia.

Meskipun demikian, gempa besar jarang terjadi di wilayah Sagaing. Gempa kali ini disebabkan oleh pergerakan mendatar (“strike-slip“) pada Sesar Sagaing, yang mirip dengan Sesar San Andreas di California.

Kedalaman gempa yang dangkal, hanya sekitar 10 kilometer membuat energi seismik tak sempat melemah sebelum mencapai permukaan.

Baca Juga :  Gegara Paus Fransiskus Kritik Kekejaman Serangan di Gaza, Israel Langsung Panggil Dubes Vatikan: Gawat!

Inilah yang menyebabkan guncangan begitu hebat di kota-kota besar seperti Mandalay, yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa.

Fenomena ini mirip dengan gempa besar di Turki pada Februari 2023, yang juga terjadi di sesar mendatar dengan kedalaman dangkal dan berujung pada kehancuran besar.

Dampak Gempa

Gempa ini menewaskan lebih dari 1.600 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya.

Banyak bangunan runtuh, termasuk sebuah gedung pencakar langit di Bangkok, Thailand, yang menewaskan beberapa pekerja.

Kerusakan infrastruktur seperti jembatan, jalan, dan bandara memperumit upaya penyelamatan dan distribusi bantuan.

Situasi ini diperparah oleh konflik internal dan standar konstruksi yang lemah, membuat banyak bangunan tidak tahan terhadap guncangan seismik.

Baca Juga :  Buktikan Komitmen pada ASEAN, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Myanmar

Warga dan tim penyelamat berjuang keras untuk menemukan korban yang terperangkap di bawah reruntuhan, seringkali hanya dengan tangan kosong karena kurangnya peralatan berat.

Pemerintah militer Myanmar telah meminta bantuan internasional, dan berbagai negara seperti China, Amerika Serikat, India, serta Uni Eropa telah mengirimkan tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan.

Namun, tantangan logistik dan infrastruktur yang rusak menghambat distribusi bantuan secara efektif.

Tragedi ini menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi bencana dan penerapan standar bangunan yang tahan gempa.

Pemerintah dan masyarakat internasional diharapkan dapat bekerja sama untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana, dan memastikan bahwa bantuan mencapai mereka yang paling membutuhkan. (Red/ sumber: CNBC Indonesia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB