Di Konferensi Internasional, Kader NU Tegaskan Peran NU Menjaga Harmonisasi dan Toleransi

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Konferensi internasional bertema

POV: Konferensi internasional bertema "Wawasan dari Sirah Nabi Muhammad SAW: Menjelajahi Peran Sufisme dalam Mempromosioan Koekistensi yang Damai dan Membangun Persatuan di Antara Masyarakat Beragama" belum lama ini digelar 26-27 Februari 2025

SUARAMUDA, MULTAN, PAKISTAN — Konferensi internasional bertema “Wawasan dari Sirah Nabi Muhammad SAW: Menjelajahi Peran Sufisme dalam Mempromosioan Koekistensi yang Damai dan Membangun Persatuan di Antara Masyarakat Beragama” belum lama ini digelar 26-27 Februari 2025.

Kegiatan bergengsi itu terselenggara atas kerja sama Institut Sufis dan Mistisisme, Institut Studi Islam Pakistan dan Pusat Penelitian Islam Universitas Bahauddin Zakariya (BZU) Multan, Pakistan.

Dalam teknisnya, konferensi ini mempertemukan para sarjana dan pakar terkemuka dari Turki, Mesir, Malaysia, Australia, Indonesia, dan Pakistan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembicara terkemuka lainnya Mantan Ketua Dewan Ideologi Islam Pakistan, Prof. Qibla Ayaz serta Direktur Institut Sufi dan Mistisisme Pakistan, Prof. Dr. Abdul Quddus Sohaib.

Para pembicara menyoroti berbagai aspek kontribusi Sufi terhadap hidup berdampingan secara damai dan hubungannya yang mendalam dengan Sirah Nabi Muhammad (SAW).

Dr. Raghib Hussain Naeemi dari Pakistan menekankan bahwa Islam di subbenua menyebar melalui karakter dan perilaku para wali Sufi, bukan melalui kekerasan.

Baca Juga :  Rumah Nusantara Diresmikan di Rusia, Jadi Simbol Diplomasi Pendidikan?

Prof. Dr Abdul Hadi dari Al Azhar Mesir menguraikan dimensi filosofis dan praktis Sufi, menekankan perannya dalam mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama

Prof. Buland dari Uludag Bursa University Turki membahas konsep Wajdan (wawasan spiritual) dan akhlaq berdasarkan Sirah.

Badat Alauddin salah satu narasumber dari Indonesia menyoroti peran penting Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam menjaga keharmonisan sosial dan keagamaan di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung setelah presentasi membahas berbagai aspek peran tasawuf dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk pengaruhnya terhadap etika dan nilai-nilai spiritual.

Dalam diskusinya, pria yg pernah menjadi syuriah PCINU Pakistan periode lalu ini mengupas perbedaan pendekatan antara Muhammadiyah yang lebih modern dan Nahdlatul Ulama yang lebih tradisional.

Kedua organisasi ini, meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, berhasil mempromosikan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan keadilan dalam masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Inilah 3 Kota Judi dan Scam di Kamboja yang Diguncang Bom Thailand: Banyak WNI Terjebak Neraka Digital!

Konferensi tersebut disaksikan oleh para anggota fakultas, peneliti, dan mahasiswa dari seluruh pakistan, yang mendorong diskusi menarik tentang relevansi Sufi dalam masyarakat kontemporer di pakistan.

Di Pakistan sendiri NU beberapa kali menjadi host agenda diskusi moderasi dalam beragama bersama beberapa ulama di Pakistan, beberapa kali PCINU Pakistan selalu mendatangkan tokoh dari PBNU untuk mengunjungi lembaga-think thank serta pondok pesantren berdialog dalam mengenalkan islam sebagai agama yg ramah dan toleran.

Untuk Muhammadiyah sendiri beberapa kali terlibat dalam kegiatan filantropi di Pakistan.

Muhammadiyah dengan implementasi surat “al mau’n”-nya membawa semangat pengabdian dan sosial di negara Pakistan.

Beberapa akademisi Muhammadiyah juga turut datang langsung ke Pakistan untuk membawa filusufi sufisme dari surat al-maun untuk berkhidmah kepada ummah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB