Daftar 5 Negara yang Punya Pembangkit Nuklir Terbesar di Dunia

- Penulis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Vectorstock

Ilustrasi: Vectorstock

SUARAMUDA, SEMARANG – Sejumlah negara memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang jadi penopang energi dalam negeri mereka. Nuklir jadi harapan saat energi fosil terancam habis.

Negara dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di dunia adalah Amerika Serikat (AS). Dalam infografis CNN Indonesia, Kamis (30/1/2025), AS memiliki 93 reaktor dengan kapasitas 101,225 MWe.

Prancis juga disebut sebagai negara dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar kedua di dunia. Negara Eropa itu mempunyai 56 jumlah reaktor dengan menghasilkan 61,370 MWe.

Kemudian negara dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar ketiga adalah China, yang memiliki jumlah reaktor 55, dengan total kapasitas 54,362 MWe.

Ada diurutan keempat, Rusia tercatat memiliki 38 jumlah reaktor dengan kapasitas 26,802 MWe.

Sedangkan pada posisi kelima, Jepang, mempunyai 33 jumlah reaktor dengan kapasitas 31,679 MWe.

Mengutip laman bapeten.go.id, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan solusi dari krisis energi menyusul semakin menipisnya ketersedian bahan bakar fosil, sekaligus mencegah pemanasan global dari gas CO2 yang dilepaskan ke udara.

PLTN dipilih karena efisien, penerapan teknologi yang semakin maju serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk masyarakat.

Baca Juga :  Man-teman! Nama Thailand Resmi Jadi “Tailan” dalam Bahasa Indonesia: Jangan Bingung, ya?

PLTN, selain energi yang ramah lingkungan, juga jauh lebih baik jika dibandingkan dengan energi seperti air atau matahari.

Di Indonesia sendiri nampaknya masih adanya keraguan dari sejumlah masyarakat terkait rencana pembangunan PLTN.

Kepala BAPETEN seperti dalam laman bapeten.go.id, menegaskan, kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi.

“Karena sistem pengawasan yang kini dilaksanakan BAPETEN selalu melibatkan IAEA, serta terus dilakukan sesuai perkembangan teknologi yang ada sekarang, “jelasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB