RMI PWNU Jateng Gelar Naharul Ijtima: Pesantren sebagai Pilar Indonesia Emas 2045

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin saat memberikan arahannya di Naharul Ijtima RMI PWNU Jateng. Sabtu, 25/1/2025.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin saat memberikan arahannya di Naharul Ijtima RMI PWNU Jateng. Sabtu, 25/1/2025.

Kendal, SUARAMUDA
Dalam semangat menyongsong Indonesia Emas 2045, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar acara Naharul Ijtima pada Sabtu (25/1/2025) di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), mengusung tema “Revitalisasi Pesantren: Penguatan Spiritualitas untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Ketua RMI PWNU Jateng, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, menyampaikan bahwa pesantren harus terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu memperkuat spiritualitas sebagai fondasi menyongsong Indonesia Emas 2045. Pesantren harus tetap menjadi benteng keilmuan agama sambil beradaptasi dengan dinamika modernitas,” ujar Gus Fadlu, sapaan akrabnya.

Berbagai agenda disiapkan dalam acara ini, termasuk Halaqoh Pengasuhan Santri, Halaqoh Pengurus Pesantren yang membahas manajemen kelembagaan, hingga diskusi tentang pesantren riset dan pesantren media. Perhatian khusus juga diberikan kepada madrasah diniyah di bawah naungan RMI sebagai bagian dari ekosistem pendidikan pesantren.

Data dari Kementerian Agama RI menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki 5.231 pesantren dengan 62.801 lembaga pendidikan dan jumlah santri mencapai 1.968.698.

“Meski jumlah pesantren di Jawa Tengah itu terbanyak nomor 3 di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat namun populasi santri terbesar ada di Jawa Tengah, menjadikannya kekuatan strategis untuk membangun bangsa,” tambah Gus Fadlu, yang juga Ketua Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif).

Baca Juga :  Benarkah Indonesia Kebanyakan Utang? Cek Disini!

Membangun Sistem Pesantren yang Maju
Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan pentingnya penguatan sistem kepemimpinan dan manajemen di pesantren.

“Pesantren harus memiliki distribusi kepemimpinan yang baik agar tidak semua beban berada di pundak kiai. Sistem ini akan mempercepat langkah pesantren dalam menyiapkan santri yang siap bersaing di era global,” ujar Gus Rozin.

Ia juga menggarisbawahi kesetaraan pendidikan pesantren dengan pendidikan umum yang telah diatur dalam undang-undang.

“Lulusan pesantren berhak mendapatkan perlakuan yang sama, baik dalam pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Negara tidak boleh lagi membedakan mereka hanya karena ijazah pesantren,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Rozin menyoroti pentingnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk pesantren.

“Pesantren sudah terbiasa mengelola ribuan santri setiap hari. Jika program MBG diberikan kepada pesantren, dampaknya akan sangat besar. Pesantren juga berhak mendapatkan fasilitas ini karena mereka juga pembayar pajak dan bagian dari sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

Mengurangi Seremonial, Meningkatkan Substansi
Dalam momentum Harlah NU ke-102, Gus Rozin mengajak seluruh elemen NU untuk mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan fokus pada pembenahan sistem pendidikan di pesantren.

Baca Juga :  PWNU Jateng Perkuat SDM Guru LP Ma’arif, Fokus pada Studi Lanjut dan Penguasaan Bahasa

“Di usia yang ke-102 ini, mari kita rayakan dengan program yang substantif. Perbaiki sistem di pesantren, tingkatkan kualitas santri, dan wujudkan pesantren sebagai pusat peradaban Islam yang unggul,” pesannya.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Gus Taj Yasin Maemoen, Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Wakil Ketua KH Nur Machin Chudlori, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah, KH Mas’ud Abdul Qadir. Selain itu, perwakilan dari Kementerian Agama RI, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah Kabupaten Kendal juga turut hadir.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan pernyataan bersama oleh KH Ahmad Fadlullah Turmudzi yang diikuti seluruh pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Pernyataan tersebut menjadi komitmen bersama untuk terus memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan, spiritualitas, dan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan semangat revitalisasi, Naharul Ijtima ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren di Jawa Tengah tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial yang mampu berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB