Rektor UNS Soroti Isu Ketahanan Pangan di Acara Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-2 Lakpesdam PWNU Jateng

- Penulis

Sabtu, 7 Desember 2024 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta, SUARAMUDA
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah kembali mengukir sejarah dengan menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-2 di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (7/12/2024).

Acara ini mengangkat tema besar yang relevan dengan tantangan bangsa: Swasembada Pangan melalui Pertanian Organik, Strategi Pemberdayaan NU, hingga Indonesia dalam Peta Geopolitik Terkini.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Hartono, menyoroti isu ketahanan pangan sebagai persoalan strategis yang membutuhkan perhatian serius. Ia memaparkan data mengejutkan tentang konversi lahan pertanian.

“Program pangan ini juga menjadi perhatian pemerintah, di samping juga kajian dari kami khususnya teman-teman di Fakultas Pertanian dan ini menjadi persoalan nasional. Dalam lima tahun terakhir, sekitar 300.000 hingga 400.000 hektar lahan pertanian beralih fungsi. Jika setiap hektar menghasilkan 5-6 ton, maka kehilangan produksi mencapai 2-3 juta ton per tahun. Tidak heran jika pada 2023 impor beras melonjak hingga 3,1 juta ton. Ironis, negara agraris dengan tanah subur seperti Indonesia malah mengimpor padi dari Vietnam, Pakistan dan lainnya,” tegas Prof. Hartono.

Sebagai solusi, pemerintah meluncurkan program ketahanan pangan dengan target membuka 3 juta hektar lahan baru, melibatkan berbagai perguruan tinggi.

“Beberapa waktu yang lalu beberapa Rekor dipanggil oleh Menteri Pertanian dan Menteri Pendidikan Tinggi, salah satunya diminta kontribusinya di dalam program pembukaan lahan baru. Dan UNS dipercaya mengelola 4.300 hektar lahan untuk survei dan optimalisasi pada periode pertama,” tambahnya.

Perhelatan Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-2 tahun 2024 menghadirkan sejumlah tokoh ternama sebagai narasumber, seperti KH Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), H. Savic Ali (Ketua PBNU), KH M. Imam Aziz (Majelis Masyayikh PP Bumi Cendekia), dan KH Hairus Salim (Yayasan LKIS). Dialog yang dipandu oleh Ali Formen dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Baca Juga :  Pendaftaran Dibuka Mulai Hari Ini, Beasiswa Bahasa Inggris untuk Pendidik NU. Berikut Syarat dan Link Pendaftarannya
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB