Gawat! Pakistan Umumkan Gencatan Senjata Usai 82 Tewas Akibat Pertikaian Sektarian

- Penulis

Senin, 25 November 2024 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Para pejabat Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama 7 hari pada Minggu (24/11/2024), setelah baku tembak sektarian yang mengerikan selama beberapa hari di distrik Kurram, di barat laut negara itu.

Baku tembak itu telah menewaskan sekurangnya 82 orang dan melukai 156 lainnya.

Pakistan adalah sebuah negara mayoritas Sunni, tetapi Kurram di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat perbatasan dengan Afghanistan, memiliki populasi Syiah yang besar, dan komunitas ini telah bertikai selama beberapa dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedua belah pihak telah setuju gencatan senjata selama tujuh hari, di mana mereka juga akan melakukan pertukaran tahanan dan saling mengembalikan jenazah,” kata Muhammad Ali Saif, juru bicara pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Seorang pejabat setempat lainnya mengatakan kepada AFP, bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan hingga 20 orang yang hilang di kedua pihak.

Baca Juga :  Perkuat Jembatan Persahabatan, Dubes Rusia dan OIC Youth Indonesia Bahas Kolaborasi Pemuda Antaragama

Pertikaian terakhir dimulai pada Kamis lalu, ketika dua konvoi muslim Syiah yang melakukan perjalanan di bawah pengawalan polisi secara terpisah diserang, menewaskan setidaknya 43 orang dan memicu pertempuran bersenjata selama dua hari.

“Pertikaian dan serangan terhadap konvoi pada 21,22 dan 23 November telah menimbulkan 82 korban jiwa dan 156 korban luka,” kata pejabat pemerintah setempat, yang berbicara dengan syarat anonim.

“Di antara yang tewas itu adalah 16 orang Sunni, sementara 66 orang adalah anggota komunitas Syiah,” kata dia kepada kantor berita AFP.

Sekitar 300 keluarga mengungsi pada Sabtu, ketika saling tembak dengan senjata ringan dan berat berlanjut hingga tengah malam. Namun tidak ada data korban baru yang dilaporkan pada Minggu pagi.

“Jaringan telepon selular di seluruh Kurram telah ditangguhkan dan lalu lintas di jalan raya utama dihentikan,” kata pejabat pemerintah setempat.

Baca Juga :  Ziarah dan Napak Tilas, PCINU Pakistan: Kenalkan Dinasti Nawab Abbasi hingga Kota Sufi Multan Pakistan

Polisi secara rutin telah berupaya untuk mengontrol kekerasan di Kurram, yang merupakan bagian dari Wilayah Suku semi otonom yang Dikelola Pemerintah Federal, hingga digabungkan dengan provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada 2018.

Kesepakatan gencatan senjata terjadi setelah sebuah delegasi dari pemerintah provinsi berunding dengan komunitas Syiah pada Sabtu (23/11) dan bertemu dengan komunitas Sunni pada Minggu (24/11).

Seorang pejabat keamanan di ibu kota provinsi Peshawar mengatakan kepada AFP, bahwa helikopter yang ditumpangi para negosiator telah ditembaki ketika tiba di Kawasan itu, meskipun tidak ada satu orang pun yang terluka.

Setelah gencatan senjata disetujui, “Kita bisa mulai menangani berbagai masalah mendasar,” kata Menteri Hukum di provinsi itu, Aftab Alam Afridi pada Minggu pagi. (Red)

Sumber: VOA Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB