SUARAMUDA, CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama dan Bela Negara bagi Perguruan Tinggi Umum yang dilaksanakan di Auditorium UGJ, Jumat (22/11/2024).
Acara ini diselenggarakan oleh PW PMMBN (Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara) Provinsi Jawa Barat bersama Komisariat PMMBN UGJ. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber terkemuka dan diikuti oleh 175 peserta dengan antusiasme tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Khaerul Umam, M.Ud., Kepala Subdirektorat Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Umum (PAI PTU) Kementerian Agama RI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dr. Khaerul menyampaikan pentingnya moderasi beragama sebagai pilar kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
“Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi cara kita menjaga keharmonisan dan memperkuat keutuhan bangsa di tengah keberagaman. Perguruan tinggi adalah tempat yang tepat untuk memulai gerakan ini,” ujar Dr. Khaerul.
Mewakili Civitas Akademika UGJ, Muhammad Alwi, atau yang akrab disapa Kang Alwi, turut memberikan sambutannya.
“Kami sangat bangga UGJ dapat menjadi tempat bagi dialog yang membangun seperti ini. Semoga kegiatan ini memberikan wawasan baru dan menginspirasi mahasiswa untuk menjadi pelopor moderasi beragama dan bela negara,” katanya.

Pentingnya Toleransi
Hadir pula Dr. (HC) KH. Husein Muhammad, seorang aktivis moderasi beragama dan feminisme, yang menjadi narasumber utama.
Dalam sesi dialognya, KH. Husein menyampaikan pesan penting tentang toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Kita perlu memahami bahwa perbedaan adalah rahmat. Moderasi beragama adalah jalan tengah untuk merangkul semua golongan tanpa menghilangkan identitas masing-masing,” ungkapnya.
Ketua Umum PMMBN Provinsi Jawa Barat, Ihsan Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk membangun generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki semangat toleransi yang tinggi.
Sementara itu, Muhammad Furqon, Ketua Komisariat PMMBN UGJ, berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi di Cirebon.
Turut hadir Mohammad Derry Jamaludin, selaku Ketua Bidang Kaderisasi dari Pimpinan Pusat PMMBN, menyampaikan pesan terkait keberagaman di Cirebon yang sejatinya telah ada sejak dulu.
Pentingnya Kaderisasi
Hal itu dikatakan telah disimbolisasikan oleh Sunan Gunung Jati, dengan ‘Paksi Naga Liman’ sebagai kendaraan keraton yang merupakan wujud dari simbol perpaduan budaya Islam, Tionghoa dan Hindu.
Ini yang harusnya menjadi acuan bagi mahasiswa tentang pentingnya kaderisasi dalam memajukan nilai-nilai moderasi beragama.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) UGJ yang secara aktif berpartisipasi, mencerminkan semangat inklusivitas dalam acara tersebut.
Selain mahasiswa UGJ, perwakilan dari UNU Cirebon, STMIK IKMI Cirebon, STIKES Khas Kempek, dan Universitas Muhammadiyah Cirebon turut memeriahkan acara, memperkuat jejaring antarperguruan tinggi.
Acara berlangsung dengan interaksi hangat antara peserta dan narasumber, diakhiri dengan harapan besar agar semangat moderasi beragama dan bela negara terus dikembangkan di kalangan mahasiswa.
“Inilah waktu bagi kita untuk menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan,” tutup KH. Husein Muhammad. (Red)













Komentar