Rancang Perdes Desa Inklusi, Pemerintah Desa Rejosari, Sukoharjo Berkomitmen Wujudkan Desa Ramah Semua Kalangan

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Dalam upaya membangun desa yang inklusif dan kolaboratif, Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Perdes Desa Inklusi pada Rabu (20/11/2024).

Bertempat di Balai Desa Rejosari, kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, karang taruna, dan kelompok rentan.

FGD ini bertujuan untuk merancang Peraturan Desa (Perdes) yang berfokus pada pemenuhan hak-hak semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, khususnya kelompok disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan tema “Menuju Desa Inklusif, Kolaboratif, dan Ramah untuk Semua”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk menciptakan tata kelola desa yang lebih adil dan partisipatif.

Ketua PC Lakpesdam NU Sukoharjo, Muhamad Zainuddin dalam sambutannya menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam pembangunan desa.

“Desa inklusi bukan hanya tentang menyesuaikan kebijakan bagi kelompok rentan, tetapi juga menguatkan kolaborasi antarwarga. Dengan Perdes ini, kita bisa memastikan bahwa pembangunan desa benar-benar mencerminkan kebutuhan semua kalangan,” ujar Zainuddin.

Baca Juga :  Gus Rozin: Ibadah Kurban Jangan Hanya Jadi Rutinitas Tahunan

Berkesempatan memberi sambutan, Kepala Desa Rejosari, Supono, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa Perdes yang disusun hari ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diterapkan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Rejosari,” ungkapnya.

Supono juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman untuk memperkaya proses diskusi.

FGD ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Sri Wahyuni, Sekretaris BPD Desa Rejosari, dan Dwi Wahyuni, SH, staf Bagian Hukum Setda Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sesi pertama, Sri Wahyuni menjelaskan peran strategis BPD dalam mendukung kebijakan inklusi.

Ia memaparkan bagaimana BPD dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan bersifat representatif.

Sementara itu, Dwi Wahyuni, SH, memaparkan aspek teknis dan legal dalam proses penyusunan Perdes.

Ia menjelaskan langkah-langkah penyusunan yang melibatkan musyawarah desa, harmonisasi regulasi, hingga pengesahan.

Baca Juga :  Sambut Mudik Nataru 2025, Dishub Sumut Lakukan 4 Hal ini, Simak!

“Penting untuk memastikan bahwa Perdes yang dihasilkan tidak hanya memiliki dasar hukum yang kuat, tetapi juga mudah dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat,” ungkap Dwi.

Langkah Konkret Menuju Desa Inklusi

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta dibagi menjadi kelompok untuk mendiskusikan draf Perdes.

Diskusi menghasilkan sejumlah poin penting, termasuk perlunya mekanisme pengawasan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.

FGD diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang mencakup pembentukan tim kerja untuk finalisasi Perdes serta agenda musyawarah desa lanjutan.

Melalui kegiatan ini, Desa Rejosari menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan desa inklusi yang ramah bagi semua kalangan.

Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi teladan bagi desa-desa lain di Sukoharjo.

“Kami berharap hasil dari kegiatan ini menjadi tonggak sejarah bagi Desa Rejosari untuk terus maju sebagai desa yang inklusif dan kolaboratif,” tutup Supono. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB