Dukung Pemberdayaan Ekonomi Inklusif, Lakpesdam NU Sukoharjo Gelar Pelatihan Membuatan Lilin Aromaterapi

- Penulis

Kamis, 31 Oktober 2024 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi kelompok rentan, Lakpesdam PCNU Sukoharjo menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi bagi Kelompok Perempuan Disabilitas dan Kelompok Rentan di Balai Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Pelatihan ini diikuti oleh 55 peserta yang terdiri dari kelompok perempuan disabilitas, kelompok rentan, dan perwakilan komunitas lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam pembuatan lilin aromaterapi sekaligus mendukung inklusi sosial di masyarakat.

Ketua Lakpesdam PCNU Sukoharjo, Muhammad Zainuddin, membuka acara dengan sambutannya yang menekankan pentingnya keterampilan ekonomi bagi kelompok rentan agar lebih mandiri secara finansial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif, di mana setiap orang, tanpa terkecuali, bisa berkontribusi dan berdaya,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah Desa Kenokorejo dan berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta dalam memulai usaha mandiri di bidang lilin aromaterapi.

Sementara itu, Kepala Desa Kenokorejo, Hendri Purnomo, yang turut hadir memberikan sambutan, menyatakan dukungannya terhadap program pelatihan ini.

“Kami bangga Desa Kenokorejo dipilih sebagai lokasi kegiatan ini. Pelatihan ini sangat penting untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok perempuan disabilitas dan kelompok rentan, agar mereka bisa memanfaatkan potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Baca Juga :  Santri Media Semarang Raya Kompak Perkuat Dakwah Digital

Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh para peserta dapat membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidangnya. Narasumber pertama, Dina Mariyani, seorang pengusaha dari Griya Lilin Solo, membagikan ilmu dasar pembuatan lilin aromaterapi.

Dalam sesi tersebut, Dina menjelaskan jenis-jenis lilin aromaterapi, bahan-bahan yang aman digunakan, hingga teknik mencampur aroma agar produk lilin memiliki daya tarik di pasar.

Peserta juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan panduan dari Ibu Dina. Para peserta terlihat sangat antusias, terutama karena sebagian besar baru pertama kali mempelajari teknik pembuatan lilin.

Selain keterampilan teknis, peserta juga diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran yang efektif. Narasumber kedua, Yusuf Dwi Akhial, Founder Komunitas Blogger Muda Sukoharjo, menyampaikan materi tentang pemasaran digital.

Ia menjelaskan cara-cara sederhana untuk memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan produk. Menurut Yusuf, memanfaatkan platform digital adalah salah satu cara terbaik bagi usaha mikro untuk memperluas jangkauan pasarnya. Dengan branding yang baik, produk lilin aromaterapi yang dihasilkan bisa lebih dikenal masyarakat.

Selain itu, Yusuf juga memberikan tips tentang cara membuat konten yang menarik dan efektif untuk media sosial agar dapat meningkatkan minat konsumen.

Baca Juga :  Sinergi pada Pembangunan Inklusif, 'Sekolah Lapang Desa' Puhgogor Gelar Team Building dan Penggalian Gagasan

Sesi tanya jawab yang diadakan setelahnya menjadi wadah bagi para peserta untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber, khususnya mengenai tantangan yang mungkin dihadapi dalam memulai dan memasarkan usaha lilin aromaterapi mereka.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga mendorong semangat berwirausaha yang inklusif.

Gambar: dok istimewa

Diharapkan dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut untuk memproduksi lilin aromaterapi berkualitas yang berpotensi untuk dipasarkan secara lokal maupun lebih luas.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Ilmu yang kami dapatkan hari ini sangat berharga, terutama bagi kami yang ingin memulai usaha kecil-kecilan di rumah,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung inklusi sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat rentan di Desa Kenokorejo.

Dengan pelatihan ini, Lakpesdam PCNU Sukoharjo berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat berlanjut menjadi usaha mandiri yang produktif dan bermanfaat.

Program ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus mengadakan kegiatan serupa yang dapat mendukung kelompok rentan dalam mengembangkan potensi dan kemandirian mereka di masa mendatang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB