KKN UIN Walisongo Semarang di Limbangan Berakhir, Pengabdian Ditutup dengan Pengajian dan Shalawatan

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KENDAL — Mengusung tema “Moderasi Beragama untuk Keharmonisan Masyarakat”, mahasiswa KKN Posko 18 UIN Walisongo Semarang menutup giat pengabdiannya dengan pengajian dan doa bersama, Sabtu (29/11/2024) lalu.

Acara dimulai dengan lantunan sholawat oleh grup Ad-Dzikro, dilanjut pembukaan oleh Ustadz Syakhoni, pembacaan ayat suci Al- Qur’an oleh Ustadz Aziz Muzaki serta sambutan-sambutan.

Koordinator Desa KKN Moh. Farhanuddin, memohon maaf atas segala kekhilafan oleh tim dan teman-teman KKN UIN Walisongo. Farhanuddin juga berpamitan secara langsung kepada warga desa Limbangan, Kabupaten Kendal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perangkat Desa Limbangan, Ratna Nur Diana dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN atas dedikasi dan kontribusi mereka.

“Dengan penuh rasa terima kasih dan penghargaan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama kegiatan KKN di Desa Limbangan, “kata Ratna.

Baca Juga :  Luar Biasa, Dihadiri Ribuan Penonton Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 634 Berlangsung Meriah

Ia juga mengungkapkan, kehadiran mahasiswa telah membawa semangat baru dan memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga ilmu, pengalaman, dan kebersamaan yang telah terjalin menjadi bekal berharga bagi masa depan kalian. Terima kasih atas kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan dalam membantu masyarakat kami, “ujarnya.

Ia berharap silaturahmi ini tetap terjaga. “Semoga kalian sukses dalam setiap langkah ke depan. Selamat melanjutkan perjalanan dan teruslah menginspirasi, “imbuhnya.

Pengajian diisi oleh Dr. H. Wahadi, yang didalamnya menjelaskan mengenai prinsip-prinsip moderasi beragama, seperti toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan penghindaran sikap ekstrem dalam beragama.

“Moderasi beragama yaitu cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan, “katanya

Baca Juga :  Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Grogol, Menguatkan Spirit Keagamaan dan Kebersamaan

“Prinsip ini mendorong umat beragama untuk mengamalkan ajaran agamanya dengan bijaksana, tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain dan tanpa menimbulkan perpecahan,” ujarnya.

Sementara pembicara kedua, Ustadz Mawahib, lebih menekankan akhlak dan adab seorang siswa kepada guru.

“Dalam Islam, menghormati guru adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual, “ujarnya.

“Oleh karena itu, siswa wajib menunjukkan sikap hormat, sopan santun, dan ketaatan kepada guru sebagai bentuk pengamalan akhlak mulia,”tutupnya.

Acara pelepasan pengabdian ini diharapkan mampu meninggalkan kenangan yang berkesan dan memperkokoh jalinan silaturahmi antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Limbangan Kendal. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB