Diskusi Bareng PCINU Tiongkok, Duta Besar RI untuk Tiongkok Tekankan Diplomasi Berbasis Dialog

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Pengurus PCINU Tiongkok dengan Dubes RI untuk RRT-Mongolia, Djauhari Oratmangun di Wisma KBRI Beijing, Kamis (24/4/2025)/ dok istimewa

Pertemuan Pengurus PCINU Tiongkok dengan Dubes RI untuk RRT-Mongolia, Djauhari Oratmangun di Wisma KBRI Beijing, Kamis (24/4/2025)/ dok istimewa

SUARAMUDA, BEIJING – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok mengadakan dialog produktif dengan Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Drs. Djauhari Oratmangun, bertempat di Wisma KBRI Beijing, Kamis (24/4/2025) kemarin.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Kerja (Musker) PCINU Tiongkok periode 2025-2027.

Dalam paparannya, Dubes Djauhari menekankan pentingnya pendekatan diplomasi berbasis dialog (habits of dialogue) dalam hubungan Indonesia-Tiongkok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fakta hidup adalah bahwa China itu tetangga kita. Kita harus hidup bertetangga dengan baik. Masa kita bermusuhan dengan tetangga kita? Hidup jadi tidak nyaman,” ungkap Dubes mengawali diskusi.

Pemisahan Isu Politik vs Ekonomi

Dubes Djauhari menggarisbawahi pentingnya memisahkan isu politik dan ekonomi untuk menjaga hubungan bilateral yang konstruktif.

“Dalam hubungan Indonesia-China, ada yang salah dengan pendekatan kita: kita terlalu mencampuradukkan politik dengan ekonomi. Padahal mestinya dipisahkan—basket politik sendiri, basket ekonomi sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Diterima PM Pakistan, Menteri Rosan Promosikan Danantara dan Kerja Sama Investasi

Pendekatan emosional, menurutnya, dapat menghambat kerja sama ekonomi yang potensial berkembang pesat.

Menurut data yang disampaikan, perdagangan Indonesia-Tiongkok telah mencapai 147 miliar dolar, jauh melampaui perdagangan dengan Eropa (27 miliar dolar) dan Amerika (38 miliar dolar).

Investasi dari Tiongkok ke Indonesia juga signifikan, sebesar 8,1 miliar dolar, ditambah 8,3 miliar dolar dari Hong Kong.

Sekretaris PCINU Tiongkok, Muhammad Aflah menyampaikan pentingnya pertemuan dengan membicarakan dinamika hubungan Indonesia-Tiongkok, khususnya pendekatan berbasis dialog dan pemisahan isu politik dari ekonomi.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi, PCINU Tiongkok berkomitmen mengimplementasikan prinsip-prinsip ini dalam program kami mendatang.

3 Strategi Diplomasi

Dubes menekankan tiga strategi diplomasi yang efektif dengan Tiongkok: mengutamakan dialog (dialogue first), kolaborasi (collaboration), dan menghindari diplomasi megafon (megaphone diplomacy).

“China itu, secara budaya, sangat menjaga harga diri (saving face). Mereka tidak mau dipermalukan di depan publik. Maka dalam diplomasi dengan China, jangan membuat mereka kehilangan muka dan lakukan negosiasi diam-diam,” ujarnya.

Baca Juga :  Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-Tiongkok, Direktur Sino-Nusantara Institute Tekankan People-to-People Diplomacy

Selain membahas hubungan bilateral, diskusi juga menyentuh perkembangan komunitas mahasiswa Indonesia di Tiongkok.

Dubes mendorong mahasiswa Indonesia untuk memanfaatkan keunggulan komparatif mereka dalam memahami budaya dan bahasa Mandarin sebagai modal penting dalam membangun komunikasi dengan Tiongkok.

Rais Syuriyah PCINU Tiongkok, Ahmad Syifa, mengungkapkan bahwa NU Tiongkok telah mengembangkan berbagai bidang keorganisasian, termasuk pembentukan cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) sebagai wadah mahasiswa.

“Kami juga berencana melakukan profiling masjid-masjid di Tiongkok untuk memudahkan warga Indonesia yang berkunjung,” tambahnya.

Dialog bareng jajaran pengurus PCINU Tiongkok ini menegaskan optimisme akan peran strategis kader muda NU dalam mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok melalui pendidikan, budaya, dan diplomasi damai. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB