Tanda Cinta Dari Tiongkok Untuk Kendal, Xie Xie

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal, SUARAMUDA – Kabupaten Kendal tengah dilanda bencana alam yang cukup besar. Banjir melanda Kecamatan Patebon akibat jebolnya tanggul Sungai Kali Bodri, menyebabkan wilayah tersebut terendam air bercampur lumpur.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di wilayah atas Kendal, tepatnya di Desa Wonorejo dan Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo. Longsor ini berdampak pada 30 rumah warga, dengan beberapa mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Untuk membantu para korban, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok bersama komunitas Love From Tionghoa Volunteer (LFTV) menyalurkan donasi melalui NU Care-Lazisnu Kendal.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, terutama dalam hal pemulihan fasilitas umum dan kebutuhan pangan.

Hujan deras yang mengguyur Kendal dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Kali Bodri meningkat drastis hingga mengakibatkan tanggul jebol.

Akibatnya, air bah bercampur lumpur menyapu pemukiman warga di Kecamatan Patebon, termasuk Desa Kebonharjo, Lanji dan lainnya. Fasilitas umum seperti masjid, madrasah, dan sekolah turut terdampak, membuat aktivitas masyarakat lumpuh.

Tim Relawan, TNI, Polri dan Masyarakat membersihkan lumpur di Masjid Patebon. Dok: Satkorcab Banser Kendal

Hingga saat ini tim relawan masih berjibaku membersihkan lumpur yang mengendap di berbagai titik. Namun, pembersihan ini memerlukan waktu lama, terlebih hujan kembali turun, memperumit situasi.

Di kawasan atas Kendal, longsor melanda Desa Wonorejo dan Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo. Material longsor menghantam 30 rumah warga, dengan beberapa di antaranya mengalami kerusakan berat.

Selain itu, akses jalan sempat tertutup oleh material tanah dan bebatuan, menyulitkan distribusi bantuan ke daerah terdampak.

Pemerintah daerah telah mengirimkan alat berat untuk membuka akses jalan dan membantu evakuasi warga. Namun, tantangan terbesar adalah ketersediaan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat, serta pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Merespons bencana ini, PCINU Tiongkok bersama komunitas Love From Tionghoa Volunteer (LFTV) bergerak dengan menggalang donasi dari para warga Nahdliyin di Tiongkok dan para relawan dari Komunitas Tionghoa. Bantuan ini disalurkan melalui NU Care-Lazisnu Kendal dan sepenuhnya dipasrahkan kepada mereka untuk nantinya akan didistribusikan kemana.

Perwakilan PCINU Tiongkok, Ahmad Syarifuddin Zuhri, menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang menimpa Kendal.

“Kami di PCINU Tiongkok merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kami di Kendal. Bencana ini tentu menjadi ujian berat bagi warga, terlebih banyak fasilitas umum dan rumah yang terdampak. Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui NU Care-Lazisnu Kendal dapat bermanfaat dan meringankan beban mereka,” ujar Rais Syuriyah PCINU Tiongkok ini.

Sementara itu, Ketua Lazisnu Kendal, H. Abidin, mengapresiasi kepedulian PCINU Tiongkok dan semua pihak yang telah membantu korban bencana di Kendal.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh PCINU Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan Nahdliyin tidak mengenal batas wilayah. Bantuan ini akan segera kami distribusikan kepada warga terdampak,” kata H. Abidin.

Saat ini, warga terdampak di Patebon dan Sukorejo masih sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk keperluan pangan dan rekonstruksi rumah serta fasilitas umum. Banyak dapur warga yang masih belum bisa digunakan, sehingga kebutuhan akan makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan menjadi prioritas utama.

Di sisi lain, upaya perbaikan tanggul di Patebon dan rekonstruksi rumah di Sukorejo membutuhkan anggaran besar. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan, namun dukungan dari masyarakat luas masih sangat dibutuhkan.

Dengan semangat gotong royong dan solidaritas, diharapkan bencana ini dapat segera teratasi, dan kehidupan warga Kendal dapat kembali normal. (Red)

Baca Juga :  Begini Pesan Zuhri Kepada Pengurus PCINU Tiongkok yang Baru

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?
Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik
Arktik sebagai Medan Perang Baru: Ketika Isu Lingkungan Jadi Alat Geopolitik
Menperin RI Gelar Rangkaian Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 dengan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tatarstan
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:04 WIB

Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:58 WIB

Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:37 WIB

Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi Universitas Republik Indonesia (URI) dihasilkan dari chatgbt. (dok.suaramuda.net)

OPINI

Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?

Senin, 27 Jul 2026 - 07:47 WIB