Pengurus Sekolah Lapang Desa Rejosari Galang Sinergi Lewat Team Building dan Penggalian Gagasan

- Penulis

Sabtu, 28 September 2024 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — Dalam rangka memperkuat sinergi dan memperkaya ide-ide kreatif, Lakpesdam NU Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan “Team Building dan Penggalian Gagasan” untuk pengurus Sekolah Lapang di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jumat, 27 September 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Rejosari ini dihadiri oleh 55 peserta dari berbagai elemen desa, seperti Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh pemuda, tokoh perempuan, penyandang disabilitas, tokoh agama, PKK, dan kelompok rentan.

Acara ini merupakan bagian dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) yang difasilitasi oleh Lakpesdam NU Sukoharjo, bertujuan untuk membangun kerjasama antar pemangku kepentingan di desa serta menggali ide-ide inovatif guna mendorong pembangunan desa yang inklusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukung Keberlanjutan Desa

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini di awali dengan sambutan dari Ketua PC Lakpesdam NU Sukoharjo, Muhamad Zainuddin. Dalam sambutannya, Zainuddin menekankan pentingnya peran semua pihak dalam membangun desa yang inklusif, terutama dengan melibatkan kelompok-kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun rasa kebersamaan dan merangsang pemikiran kreatif yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Rejosari.

Baca Juga :  Rancang Perdes Desa Inklusi, Pemerintah Desa Rejosari, Sukoharjo Berkomitmen Wujudkan Desa Ramah Semua Kalangan

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik bagi pengurus Sekolah Lapang untuk lebih solid dalam bekerja sama dan memunculkan ide-ide yang inovatif, serta inklusif dalam pengembangan desa ke depan,” ungkap Zainuddin.

Sementara itu, Kepala Desa Rejosari, Supono, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa desa siap mendukung berbagai inisiatif yang muncul dari kegiatan ini.

“Kami di pemerintahan desa sangat terbuka dengan ide-ide baru, dan harapan kami kegiatan ini dapat mendorong partisipasi aktif dari semua elemen desa dalam merencanakan pembangunan desa yang inklusif,” kata Supono.

Peranan Kehidupan Inklusif

Ketua Yayasan Sosial dan Pendidikan Darussalam Mojolaban, Nurul Hidayah, dalam materinya memberikan bekal kepada para peserta utamanya terkait tata kehidupan inklusi dan akuntabilitas sosial.

Ia menjelaskan pentingnya inklusivitas sosial dalam pembangunan desa, terutama dalam memperhatikan kelompok rentan yang sering terpinggirkan dalam pengambilan keputusan.

Dilanjutkan dengan sesi perencanaan pembangunan di desa, peserta terlibat dalam diskusi aktif mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Desa Rejosari. Diskusi ini menghasilkan beberapa ide utama terkait peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas bagi kelompok disabilitas serta perempuan.

Baca Juga :  Menyasar Kelompok Disabilitas dan Perempuan, Lakpesdam NU Sukoharjo Gelar Pelatihan Bikin Keripik Singkong

Pada sesi puncak acara, Koordinator Program P3PD Lakpesdam NU Sukoharjo, Raha Bistara, memandu jalannya penggalian gagasan. Peserta diajak untuk mengikuti beberapa permainan interaktif yang menekankan pada kerja sama tim dan kreativitas.

Selama sesi ini, banyak gagasan inovatif muncul, seperti rencana pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal, peningkatan akses pendidikan inklusif, dan pembangunan infrastruktur ramah disabilitas.

Adapun sebagai penutup acara, panitia mengadakan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Setelah itu, panitia bersama peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang meliputi pembentukan tim khusus untuk mengawal hasil dari penggalian gagasan serta pelaksanaan musyawarah desa terkait kebijakan inklusi.

Seluruh peserta berharap, sinergi yang telah dibangun dan gagasan yang telah digali selama kegiatan ini dapat segera diimplementasikan untuk kemajuan Desa Rejosari. Kegiatan yang berakhir pada pukul 22.00 wib ini ditandai dengan sesi foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan komitmen untuk memajukan desa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Berita Terbaru