Gudang Gas Nakal di Semarang Dibongkar! LPG Subsidi Disuntik, Duit Mengalir Rp10 Miliar dalam 2 Bulan

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Praktik culas gas LPG bersubsidi akhirnya kebongkar. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah menggerebek gudang ilegal di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya yang nekat “memeras” gas melon demi cuan jumbo.

Gila-gilaan, cuma dua bulan beroperasi, bisnis haram ini disebut sudah mengantongi keuntungan hingga Rp10 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Djoko Julianto, membeberkan modus licik para pelaku. Gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram disuntikkan ke tabung non-subsidi berukuran lebih besar, lalu dijual kembali seolah-olah legal.

“Keuntungan per bulan mereka tembus miliaran rupiah. Dari hasil perhitungan, kerugian negara dalam dua bulan mencapai sekitar Rp10 miliar,” ujar Djoko saat konferensi pers di Ditreskrimsus Polda Jateng, Jumat (23/1/2026).

Polisi pun tak main-main. Empat orang pelaku langsung diamankan bersama sederet barang bukti. Mirisnya, salah satu pelaku diketahui merupakan residivis yang kembali mengulang kejahatan serupa.

Baca Juga :  Astagfirullah! Gelombang PHK di Semarang Capai 1.106 Pekerja, Begini Langkah Pemkot Atasi Problem PHK

“Empat pelaku kami amankan. YK (28) asal Grobogan dan PM (20) dari Jambi berperan sebagai penyuntik gas. TDS (49) warga Bekasi bertugas merekrut dan mencari pasokan tabung LPG 3 kg maupun 12 kg. Sementara FZ (68), warga Semarang, adalah pemilik gudang,” jelas Djoko. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB