Banjir Air Mata Harapan di Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan SMK Negeri Jawa Tengah

- Penulis

Sabtu, 16 November 2024 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SemarangSUARAMUDA
Di bawah langit mendung yang seakan ikut merasakan kepedihan hati, ratusan air mata tumpah ruah di halaman SMK Negeri Jawa Tengah, Semarang. Jumat, 15/11/2024.

Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) angkatan XI bukan sekadar acara seremonial, tetapi momen penuh haru yang menyimpan kisah perjuangan, kerinduan, dan harapan.

Setelah empat bulan penuh perjuangan, 120 siswa baru yang jauh dari keluarga akhirnya bisa pulang, kembali ke pelukan yang hangat.

Desy Mayasari adalah satu di antara wajah-wajah yang tenggelam dalam lautan emosi. Dengan langkah tergesa dan mata basah, ia berlari memeluk sang ibu, Sri Kuswati, yang telah lama tak ia lihat.

Seperti bertemu setelah ratusan purnama, pelukan mereka erat dan tak terpisahkan, seakan ingin membayar semua waktu yang hilang. Tak ada kata-kata, hanya tatapan penuh kerinduan yang mengalir deras dari matanya yang sembab.

“Saya di rumah manja sama ibu. Saya kangen sekali dengan kasih sayangnya di rumah. Saya merasa lega sekali, sudah bisa menempuh pendidikan dan kini bertemu dengan orang tua saya,” ungkap Desy terisak.

Tanpa ayah yang telah meninggal, dan hanya bergantung pada ibunya yang seorang petani, Desy berharap pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah bisa menjadi pijakan untuk menggapai mimpi-mimpinya dan membawa kebahagiaan bagi sang ibu.

Baca Juga :  Lomba Essay Nasional 2025 LPM Reference: Gen Z Unjuk Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Daftar Pemenangnya!
Tangis haru peserta Pendidikan Dasar Kepemimpinan SMKN Jateng

Di sudut lain, suasana semakin berat saat Tri Wulan Mugiarti berdiri sendiri. Air mata tak terbendung saat ia melihat teman-temannya berpelukan dengan orang tua masing-masing.

Sang ayah telah lama berpulang, dan ibunya pergi entah ke mana, meninggalkan lubang kesepian yang tak terisi.

“Saya kini didampingi oleh guru BK saya. Saya harus ikhlas menerima keadaan ini,” ucapnya dengan suara serak, mencoba menahan perih. Namun, di balik kesedihannya, ada bara tekad yang tak padam.

Tri bersumpah akan merubah nasibnya melalui pendidikan, berjuang keluar dari jerat kemiskinan yang mengekang keluarganya.

“Saya berharap, bila suatu saat bertemu ibu, saya sudah meraih kesuksesan. Cita-cita saya adalah menjadi abdi negara,” tambahnya, dengan suara yang nyaris tenggelam oleh tangis.

Di balik kisah-kisah mengharukan ini, Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Hardo Sujatmiko, dengan penuh keyakinan menuturkan tujuan besar dari PDK.

Baca Juga :  Lewat Magang Internasional, STKIP Al Hikmah Komitmen Lahirkan Guru Berdaya Saing Global
Tangis Haru Warnai Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan Angkatan XI di SMK Negeri Jawa Tengah

“Kami ingin mengubah mental mereka, dari mental miskin menjadi mental kaya—rajin, disiplin, pantang menyerah. Jika mentalitas ini sudah terbentuk, rantai kemiskinan pasti terputus,” ujarnya tegas, seperti membakar semangat para siswa yang baru saja melewati tempaan luar biasa.

Selama empat bulan, para siswa ditempa dengan disiplin ketat. Long march di tengah malam, pendidikan karakter yang melibatkan unsur TNI, dan gemblengan fisik serta mental tak kenal ampun—semua menjadi bagian dari perjalanan berat mereka.

Namun, mereka tahu, ini bukanlah akhir. Penutupan ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang yang harus mereka tempuh untuk mencapai cita-cita.

Acara penutupan PDK menjadi panggung emosional yang membekas di hati semua yang hadir. Pelukan erat, air mata kebahagiaan, dan janji-janji yang terucap di antara tangisan menjadi saksi tekad mereka untuk melangkah lebih jauh.

Harapan bahwa suatu hari nanti, mereka akan kembali dengan kepala tegak, menghapus segala derita yang pernah membelenggu mereka dan membawa kisah sukses bagi keluarga yang mereka tinggalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB