Bersama PATTIRos Semarang, Dosen Muda FISIP UIN Walisongo Kupas Tuntas Kebijakan 100 Hari Prabowo: “Emang Boleh”?

- Penulis

Selasa, 25 Februari 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen muda Ilmu Politik dari UIN Walisongo Semarang, M. Akhmad Najich Alfayn, M.Sos.

Dosen muda Ilmu Politik dari UIN Walisongo Semarang, M. Akhmad Najich Alfayn, M.Sos.

SUARAMUDA, SEMARANG — Bekerja sama dengan Perhimpunan PATTIRos Kota Semarang, mahasiswa magang dari PPL FISIP UIN UIN Walisongo Semarang belum lama ini menyoroti beragam kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Mengusung tema “Seberapa Jauh Kebijakan Prabowo Subianto Mempengaruhi Sektor Publik”, diskusi publik ini diadakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Senin, 24 Februari 2025 pukul 15.00 WIB hingga selesai.

Ada 2 narasumber yang hadir memaparkan materinya dalam diskusi. Pertama, Manager Program PATTIRos Semarang, Mukhlis Raya.

Dan kedua, dosen muda Ilmu Politik dari UIN Walisongo Semarang, M. Akhmad Najich Alfayn, M.Sos. Adapun diskusi dipandu mahasiswa PPL, Dwi Intan Sari.

Dalam diskusi, para narasumber memantik peserta dengan mengkaji tentang sejauh mana kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo Subianto mempengaruhi sektor publik di Indonesia.

Ada beberapa aspek kebijakan yang dibedah, antara lain bidang ekonomi, administrasi publik, hingga dampaknya terhadap birokrasi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk peristiwa yang terjadi dalam 100 hari pertama Prabowo memimpin.

Baca Juga :  Multigrade Berhasil, Pengalaman Probolinggo Diapresiasi

Menurut Mukhlis Raya, kebijakan pemerintah saat ini memiliki tantangan besar dalam implementasinya, terutama dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu, M. Akhmad Najich Alfayn, M.Sos menyoroti bagaimana kebijakan Prabowo dalam konteks politik dan administrasi publik dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat luas apabila dijalankan dengan penuh pertimbangan yang matang.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan topik yang diangkat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB