PM Israel Netanyahu Memang Super Kejam! Ogah Gencatan Senjata dan Serang Terus Lebanon, Korban Tembus 700 Jiwa

- Penulis

Sabtu, 28 September 2024 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — Dari artikel CNBC (27/9/2024), dikabarkan bahwa eskalasi di Timur Tengah yang melibatkan Israel terus meluas. Hal itu terutama peperangan yang kini terus terjadi antara Israel dan Hizbullah, yakni milisi bersenjata di Lebanon.

Pemerintah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam update terbarunya, Jumat (27/9/2024), menyebut tidak akan menghentikan serangannya meski korban jiwa telah menembus angka 700 jiwa.

Pemerintahan Tel Aviv terus bahkan bersumpah untuk terus memerangi militan Hizbullah habis-habisan hingga menang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak akan ada gencatan senjata di utara,” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah posting di X, dikutip dari AFP.

“Kami akan terus berperang melawan organisasi teroris Hizbullah dengan seluruh kekuatan kami hingga kemenangan dan warga utara kembali ke rumah mereka dengan selamat,” tambahnya.

Hal sama juga dikatakan kantor Netanyahu. Pemerintahannya bahkan enggan menanggapi usulan gencatan senjata yang diberikan sekutunya sendiri Amerika Serikat (AS) bersama Prancis serta sejumlah negara lain seperti Kananda, Australia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Itu adalah usulan Amerika-Prancis, yang bahkan belum ditanggapi oleh perdana menteri,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Menggerogoti Negara, Saatnya KPK Bergerak Tanpa Kompromi

“Pemerintah telah memerintahkan tentara untuk melanjutkan pertempuran dengan kekuatan penuh,” tambahnya merujuk perang penghabisan ke Hizbullah.

Sementara itu, berbicara kepada para prajurit dan komandan di pangkalan udara di Israel tengah, kepala angkatan udara Mayor Jenderal Tomer Bar mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk kemungkinan operasi darat. Ia menambahkan angkatan udara kini berupaya mencegah transfer senjata ke Hizbullah dari Iran.

“Kami pada dasarnya bersiap bahu-membahu dengan Komando Utara untuk kemungkinan manuver darat. Kami sedang mempersiapkan pengaktifannya jika perlu,” kata Bar.

“Kami saat ini berada di Lebanon untuk mencegah kemungkinan transfer senjata dari Iran mengingat apa yang telah kami ambil dari Hizbullah,” tambahnya.

“Misi ini menjadi prioritas utama karena Nasrallah dan kemampuan Hizbullah untuk pulih dari apa yang terjadi pada mereka beberapa hari lalu bergantung pada jalur terbuka yang datang dari Iran.”

Dari laman yang sama, serangan terbaru militer Israel kemarin menargetkan sekitar 75 target di Lebanon Selatan dan Lembah Bekaa. Dilaporkan sebanyak 20 orang tewas.

Serangan keempat Israel dalam seminggu terakhir tersebut juga menewaskan kepala unit pesawat nirawak Hizbullah. Total 60 orang telah tewas di seluruh negeri selama 24 jam sebelumnya, yang menjadikan total nyawa melayang menjadi 700 orang.

Baca Juga :  Begini Sederet Prestasi Tirani Dania Putri, Siswa MAN 1 Sumedang yang Mewakili Sekolah dalam Perkemahan Nasional di Ajang Pertikawan

Ratusan Ribu Sipil Mengungsi

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi, sekitar 118.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran di Lebanon sejak Senin. Bagi sejumlah warga yang tinggal antara perbatasan Israel-Lebanon, kekerasan tersebut telah memicu kenangan pahit tentang perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel yang menewaskan 1.200 orang di Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 warga Israel, sebagian besar tentara.

“Ini adalah salah satu malam terburuk yang pernah kami alami,” kata salah seorang warga bernama, Fadia Rafic Yaghi, 70 tahun.

Warga lainnya bernama Hassan Slim menyebut ia tidak menyangka situasinya begitu cepat hingga peperangan muncul antara kedua pihak. Ia mengaku harus melarikan diri ke Suriah untuk menghindari perang.

“Sekarang perang sudah di depan pintu kami dan kami harus melarikan diri,” ucapnya.

Di sisi lain sebanyak 40 hingga 45 tembakan menyerbu Israel dari Lebanon Kamis pagi. Seorang pria dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sedang dengan luka-luka akibat pecahan peluru. (Red/ CNBC)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB