PM Irak Bilang, Konflik di Timur Tengah Bisa Dicegah dengan Hentikan Israel

- Penulis

Rabu, 7 Agustus 2024 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al-Sudani mengatakan bahwa upaya mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah sepenuhnya bergantung pada penghentian agresi Israel di Jalur Gaza dan serangannya yang meluas ke Lebanon.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Minggu (4/8/2024), untuk mendiskusikan perkembangan kawasan dan internasional.

Berdasarkan pernyataan dari Kantor Media PM Irak, Al-Sudani mengatakan bahwa mencegah eskalasi di Timur Tengah juga bergantung pada upaya mengekang kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya.

Israel disebutnya harus menghentikan pendudukan yang dilakukan dengan menyerang negara-negara di kawasan, mengakhiri pelanggaran berulang terhadap hukum dan kedaulatan internasional, serta menghentikan upaya untuk menyebarkan konflik dan memperluas krisis.

Dalam panggilan telepon dengan Blinken, PM Al-Sudani juga memaparkan peran Irak dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas internasional serta mencegah konflik terkini agar tidak semakin meningkat.

Sementara itu, Blinken menyampaikan keinginan Washington agar Irak berperan dalam mengendalikan situasi di kawasan dan mencegah eskalasi dari berbagai pihak, serta melanjutkan upayanya untuk mendukung stabilitas dan perdamaian kawasan.

Seruan itu disampaikan di tengah perkiraan akan meningkatnya serangan antara Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon di satu pihak dan Israel di pihak lain.

Baca Juga :  Nasi Mentah, Tempe Dua Potong: Saat Konsumsi Jamaah Haji Jadi Sekadar Formalitas

Lalu, menyusul pembunuhan pemimpin Hizbullah Fuad Shukr oleh Tel Aviv pekan lalu dan tuduhan dari kelompok pejuang Hamas Palestina dan Iran bahwa Israel membunuh kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh di Ibu Kota Teheran, juga pada pekan lalu.

Iran, Hizbullah, dan Hamas telah berjanji untuk merespons pembunuhan Haniyeh dan Shukr, sementara upaya internasional untuk deeskalasi terus dilakukan guna mencegah konflik meluas.

Sumber: Anadolu
Ilustrasi: pinterest

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB