Lewat Program ‘Beti Dewi’, Menparekraf Perkuat Promosi Desa Wisata di Semarang

- Penulis

Jumat, 13 September 2024 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membuktikan komitmen untuk memperkuat promosi desa-desa wisata di Indonesia, khususnya di Semarang melalui program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi) 2024.

Sandiaga dalam sambutannya saat menghadiri acara Beti Dewi Kreatif Semarang di Kampung Jadhoel Semarang, Kamis (12/9/2024), menyampaikan bahwa program Beti Dewi 2024 merupakan salah satu upaya dalam mendorong target 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara.

“Dan Jawa Tengah ini merupakan episentrum pergerakan wisatawan nusantara karena 70-78 persen di Pulau Jawa dan Jawa Tengah ini ada di titik sentral,” kata Menparekraf Sandiaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu penyumbang perjalanan wisatawan nusantara terbesar dan menyimpan potensi luar biasa sebagai destinasi wisata. Daya tarik alam, kuliner, serta seni dan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung. Dan salah satu potensi yang layak untuk dikembangkan adalah desa wisata.

Baca Juga :  Purbaya Pede Ekonomi Indonesia Bakal Naik Level Tahun Depan, Tumbuh 6 Persen!

Sandiaga menjelaskan, pengelolaan desa wisata ini sekarang masuk program jangka menengah dan jangka panjang. Ia berharap program desa wisata ini bisa menjadi prioritas dan berkelanjutan.

“Jadi siapapun nanti menterinya, program desa wisata ini akan dilanjutkan karena sudah masuk ke dalam arsitektur program teknokrasi pembangunan kita sampai 2029,” kata Sandiaga.

Dalam memperkuat promosi desa wisata, Kemenparekraf pun memperluas kolaborasi dengan stakeholder pariwisata termasuk dengan 5 OTA mitra (Traveloka, Tiket.com, Mister Aladin, Atourin & Djalanin.com).

Kemenparekraf juga memberikan pendampingan, penyusunan dan pembuatan paket-paket wisata, serta mempromosikan produk wisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh desa wisata penerima penghargaan ADWI serta Desa Wisata lainnya di Provinsi Jawa Tengah di platform mitra Online Travel Agent (OTA) melalui program Promosi Desa Wisata ”Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi) 2024”.

Baca Juga :  Festival Nasional Reog Ponorogo 2025 Sukses Digelar, Lantas Apa Itu Kesenian Reog Ponorogo?

“Jadi, bukan hanya paket-paket wisata tapi produk-produk ekonomi kreatif tadi ada produk kuliner, fesyen, dan juga ada produk kriya ini mudah-mudahan para mitra kita travel agent bisa mendorong eh lebih banyak pembelian, dan juga transaksi. Sehingga bukan hanya kunjungan di desa wisata yang meningkat tapi juga produk-produk ekonomi kreatifnya juga laku,” katanya.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono; dan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.

Hadir pula Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur; Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi; Kadisporapar Kabupaten Sragen, Joko Hendang Murdono; Kadispar Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, Kadisbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso; dan Kadisporapar Kabupaten Kendal, Achmad Ircham. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?
Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!
Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’
Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama
Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK
Korupsi MBG, Apakah Dadan Benar-benar Ditahan?
Kasus Ledakan Bom di Biak: Warisan Berbahaya Perang Dunia II dan Dampaknya terhadap Lingkungan Hidup
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:57 WIB

Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:06 WIB

Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama

Berita Terbaru