Mahasiswa-Dosen UGM Gelar Aksi Nyalakan Lilin, Gimana dengan Demo di Semarang?

- Penulis

Senin, 26 Agustus 2024 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi darurat demokrasi Indonesia akhir-akhir ini.

Aksi ini dilakukan di kompleks Balairung, UGM, Sleman, DIY, Senin (26/8/2024) malam, tepatnya di bawah pohon Bodhi. Beberapa mahasiswa yang hadir dari fakultas FMIPA, Psikologi, Hukum, dan beberapa lainnya.

Koordinator acara, Monica Ratna Theodora menuturkan aksi ini tak lepas dari kontroversi rencana pengesahan RUU Pilkada oleh DPR RI yang berpotensi menganulir putusan MK tentang persyaratan pencalonan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi kita kali ini juga tidak terlepas dari UU Pemilu yang mau diacak-acak dan mendekati Pilkada,” kata Monica ditemui di Balairung, UGM, Senin malam.

Baca Juga :  Viral Larangan Menikah di Hari Sabtu, Minggu Atau Hari Libur? Ini Kata Kemenag RI

Mereka mengkritik revisi UU Pilkada yang dilakukan anggota DPR sudah jelas untuk kepentingan kelompok tertentu.

Demo Semarang Ricuh!

Sementara itu, aksi demontrasi di di depan Balaikota Semarang pada Senin (26/8/2024) berlangsung hingga malam ini.

Demo jilid 2 yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang terkait penolakan RUU Pilkada ini mendapatkan ‘suntikan’ massa dari para pelajar SMK.

Tangkapan layar video aksi demonstrasi di depan Balai Kota Semarang, Senin (26/8/2024)

Pantauan suaramuda.net dari beragam akun media sosial, tampak massa pelajar SMK ikut bergabung bersama mahasiswa. Sementara, caption pada unggahan video @bemkmunnes menyebut sedikitnya 33 mahasiswa dilarikan ke rumah sakit serta 20 mahasiswa lainnya diamankan pihak kepolisian.

Baca Juga :  Dari Sorak Buruh ke Tangis Ojol: Demo 28 Agustus Jakarta Berakhir Tragis

“Saat ini sudah ada 33 kawan kami dilarikan ke rumah sakit dan lebih dari 20 massa aksi ditangkap, “demikian tulis caption @bemkmunnes.

Massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Jawa Tengah (Jateng) ini terpaksa harus mundur, dan menduduki gedung DPRD Kota Semarang.

Hal ini karena dihalau oleh pihak kepolisian dengan membuat barikade serta balasan gas air mata dan water cannon agar massa bubar.

Aksi demo mahasiswa ini dilakukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain mengawal PKPU Pilkada dan menuntut Presiden Jokowi mundur sebelum jabatannya selesai pada 20 Oktober 2024 mendatang. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Bagaimana Jika Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dihukum Mati Saja?
Ketika MK Menutup Pintu Pilkada via DPRD
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:31 WIB

Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:47 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik

Senin, 13 Juli 2026 - 18:05 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan

Berita Terbaru