Nilai Ekspor Jateng Tumbuh Positif, Capai 896,50 Juta dolar AS

- Penulis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Juni 2024 mencapai 896,50 juta dolar AS, atau tumbuh 1,03 persen secara tahun ke tahun (year-on-year /y-on-y) dibanding Juni 2023. Hal itu merupakan pertumbuhan positif dibanding Juni 2023.

“Kalau kita lihat secara tahun ke tahun, nilai ekspor bulan Juni 2023 dibanding Juni 2024, Alhamdulillah ada kenaikan. Meskipun kenaikannya tipis. Ada kenaikan sebesar 1,03 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng Endang Tri Wahyuningsih, dalam Rilis Inflasi dan Indikator Strategis Lainnya, yang diikuti melalui saluran resmi Youtube BPS Jateng, Kamis (1/8/2024).

Ditambahkan, kenaikan nilai ekspor 1,03 persen itu dinilainya karena naiknya ekspor nonmigas mencapai 851,74 juta dolar AS pada Juni 2024. Sedangkan pada Juni 2023 untuk ekspor nonmigas 833,41 juta dolar AS. Adapun menurut sektornya, ekspor Jawa Tengah didominasi produk industri, yaitu pakaian dan aksesorisnya atau bukan rajutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan Ekspor Jawa Tengah (Data: Portal Pemprov Jateng 2024)

Pihaknya melihat pangsa ekpor nonmigas Jateng, yakni Amerika Serikat untuk pakaian dan aksesoris bukan pakaian, serta Jepang untuk mesin dan perlengkapan elektrik.

Sedangkan impor Jawa Tengah, tuturnya, pada Juni 2024 mengalami pertumbuhan positif secara m-to-m dibanding Mei 2024 yakni 2,81 persen mencapai 1.344,29 juta dolar AS dan Neraca Perdagangan Jawa Tengah defisit 474,79 juta dolar AS.

Endang menuturkan, inflasi pada Juli 2024 terhadap Juni 2024, Jateng mengalami deflasi 0,13 persen.

“Dengan Indek Harga Konsumen (IHK) Juli tahun 2024 sebesar 106,00. Kalau kita lihat, inflasi tahun ke tahun atau year on year (y-on-y), kita berada di 1,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,00,” kata dia.

Baca Juga :  APBD Rp1,6 Triliun Cuma Buat Gaji Pegawai: Polewali Mandar di Ambang Lumpuh

Endang membeberkan, pada Juli lalu, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 2,16 persen, dengan IHK sebesar 106,46. Sementara, inflasi terendah terjadi di Purwokerto sebesar 1,64 persen, dengan IHK sebesar 105,17.

Ia menerangkan, deflasi month to month (m-to-m) 0,13 persen pada Juli 2024, merupakan deflasi kali keempat selama 2024.

“Mudah-mudahan ekonomi di Jateng tetap berkembang dengan baik,” harap Endang.

Adapun berdasarkan kelompok pengeluaran m-to-m yaitu makanan, minuman, dan tembakau, memberikan andil deflasi cukup besar, yaitu 0,23 persen. Terutama, disebabkan turunnya harga bawang merah, cabai merah, dan tomat.

Tidak hanya itu, pendidikan juga memberikan andil sebesar 0,03 persen. Dia menilai, hal itu menunjuukan geliat ekonomi Jateng masih cukup bagus. Itu terlihat dari kelompok pendidikan yang memberikan andil inflasi 0,03 persen, karena biaya pendidikan pada tahun ajaran baru 2023/2025.

Lima komoditas dengan andil deflasi dan inflasi m-to-m terbesar di Jateng pada Juli 2024 adalah bawang merah, cabai merah, tomat, telur ayam ras, dan bawang putih.

“Kelima komoditas tersebut menjadi andalan bagi warga Jawa Tengah,” jelas Endang.

Ditambahkan, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Juli 2024 sebesar 113,45, atau naik 0,38 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 113,02. Menurutnya, kenaikan NTP disebabkan penurunan Indeks Harga yang Diterima petani (It) sebesar 0,09 persen, lebih lambat dibanding penurunan Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) sebesar 0,47 persen.

Baca Juga :  "Mas Mbak Jateng" Kembali Digelar, Anantya Haryo dan Chairunisa Ardelia Jadi Pemenangnya

Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor tanaman pangan sebesar 2,23 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,43 persen, dan perikanan sebesar 0,70 persen. Selanjutnya, subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 4,69 persen, dan peternakan sebesar 1,36 persen.

Ia menuturkan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Jateng pada Juli 2024 secara m-to-m naik 6,26 persen. Kemudian harga GKP secara y-on-y naik 18,45 persen. Sementara itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) di Jateng pada Juli 2024, naik 2,40 persen secara m-to-m. Sedangkan secara y-on-y naik 12,42 persen.

Adapun untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Tengah pada Juni 2024 tercatat sebesar 49,44 persen, atau mengalami kenaikan sebesar 0,38 poin dibanding TPK bulan Mei 2024, yang tercatat sebesar 49,06 persen.

“Beberapa even di kabupaten/ kota Jateng turut mewarnai untuk TPK kita, antara lain adalah kejuaraan sepak bola tingkat ASEAN pada piala AFF U-16 di Surakarta, ada Harganas (Hari Keluarga Nasional) di Semarang,” terangnya lebih lanjut.

Sedangkan, untuk Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Juni 2024 tercatat sebesar 1,32 malam, mengalami penurunan 0,02 poin dibanding bulan Mei 2024 yang tercatat sebesar 1,34 malam. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru