Paguyuban Petani Koro Pedang Resmi Dideklarasikan, Mantan Gubernur Bibit Waluyo Jadi Dewan Pembina

- Penulis

Minggu, 28 Juli 2024 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Usai deklarasi, Ketua Dewan Pembina Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (DPP PPKPI) yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah Letjen (Purn) H. Bibit Waluyo mengukuhkan pengurus DPP PPKPI di Aula Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah pada Sabtu (27/7/2024).

Di waktu yang sama, Ketua Dewan Pembina H. Bibit Waluyo juga mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah dari Jawa Tengah, Maluku, Lampung dan Jawa Timur, serta 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Adapun serangkaian acara untuk menyemarakkan pengukuhan pengurus, diantaranya kegiatan talkshow, pameran produk berbahan koro pedang, tanam dan panen raya serta lomba-lomba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengurus PPKPI tersebut turut diisi sejumlah ahli ada, Prof Noor Achmad, Prof Rohmat Pambudi, Prof Mudzakir Ali, Prof Suprihati Winarto, Prof Mahmutarom. Ada pula Dr Rosi Prabowo, Dr Agus Somamihardja, Dr Nor Hadi, Dr (Hc) Joko Susanto, dan Apt Emy Susanti, serta lainnya.

Ketua Umum DPP PPKPI, Mayor TNI (Purn) H. Sukadi Wibisono, melalui Wakil Ketua I, Nor Hadi, mengatakan kebutuhan substitusi kedelai punya kekuatan yang menggantikan, 80 persen kedelai di Indonesia secara impor. Sementara keberadaan kacang koro punya karakteristik bisa menggantikan, bisa tahu tempe brownies, farmasi, ada 10 lebih manfaat.

Baca Juga :  Polri Tangkap 7 Orang Penyulut Ricuh Saat Demo, Dari Aktivis Hingga Admin Medsos

“Saya ambil contoh di salah satu pabrik kacang di Jateng, kebutuhan koro pedang sangat besar, satu minggu 30 ton, bahan baku diambil dari Australia, padahal tanah, cuaca, iklim bisa digunakan produk koro, “kata Nor Hadi, disela-sela acara pengukuhan.

Ia menilai perlunya ada lembaga, atau asosiasi agar petani bisa terima, produk koro untuk ditanam di Indonesia, agar bisa dipenuhi petani. Dengan begitu, lanjutnya, pembentukan PPKPI sebagai salah satu cara, bagaimana petani peroleh bibit, kemudian petani memberi solusi tentang pemasarannya, mencari problem krusial ada di pemasaran, modal, yang paling krusial di pemasaran, dan perlindungan harga.

“Jangan sampai seperti porang saat panen ada, petani jual tidak ada yang beli. Untuk itu kehadiran PPKPI sebagai sinergitas dengan perusahaan, juga bersinergi pemerintah, agar supaya melindungi petani, mulai cari bibit sampai pada penjualannya, “ujarnya.

Baca Juga :  Unwahas Raih Peringkat 5 Besar Versi SINTA Score Kampus NU Terbaik 2025

Nor Hadi menjelaskan, anggota PPKPI di tingkat pusat wilayah dan daerah, akan melakukan tanam bareng, kemudian membuat benih bareng, distribusikan ke petani dengan cara pinjaman, agar petani bisa peroleh bibit, petani tanam didampingi, hasilnya dicarikan pembeli, dilindungi harganya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad memberikan pengarahan seperti pentingnya bisnis plan. Ia juga menilai lompatan ini cukup bagus dan menjanjikan, melibatkan banyak masyarakat, kemudian manfaatnya multifungsi.

Apalagi, lanjutnya, bagaimana hubungan kedepan, antara koro pedang dengan program pemerintah bisa bermanfaat dan dimanfaatkan bagi warga masyarakat untuk ketahanan swasembada pagan.

“Syukur protein sangat tinggi, dibuat makan bergizi gratis, tempe dari koro pedang, tahu. Kami melihat cukup bagus setelah dilihat hasilnya bagus, asal nanti kedepan, petani tidak rugi, minta bimbingan pada pemerintah sudah ada off takernya, apa yang diberikan pemerintah bisa diberi semuanya yang memang bermanfaatkan bagi masyarakat, ”ungkap Noor Achmad yang juga Ketua Yayasan Wahid Hasyim itu. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB