Polri Tangkap 7 Orang Penyulut Ricuh Saat Demo, Dari Aktivis Hingga Admin Medsos

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: detikcom

Gambar: detikcom

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Drama jagat maya ternyata bisa berujung ke meja hijau. Polri resmi menetapkan 7 orang sebagai tersangka buntut provokasi dan penghasutan yang memicu kericuhan di beberapa wilayah Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, buka suara. “Kami telah menerima 5 laporan polisi. Dari situ, kami tindaklanjuti dengan penangkapan 7 orang tersangka,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Rincian Penahanan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biar nggak bingung, berikut pembagian penanganan tersangka menurut Himawan:

  • 2 tersangka ditahan Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
  • 2 tersangka ditahan Direktorat Siber Bareskrim Polri.
  • 2 tersangka diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
  • 1 tersangka juga ditangani Direktorat Siber Bareskrim, tapi kali ini tidak dilakukan penahanan.

“Jadi, ada yang ditangani oleh Siber Bareskrim, ada juga oleh Direktoratkrimum Polda Metro Jaya,” tambah Himawan.

Baca Juga :  Buntut Serangkaian Pencurian Motor Mahasiswa KKN di Lumajang, Kampus Tarik Ribuan Mahasiswa Demi Keselamatan

Konteks Besar

Kasus ini muncul di tengah maraknya konten provokatif di media sosial yang belakangan kerap jadi bahan bakar kericuhan di lapangan.

Polri menegaskan pihaknya serius menindak akun-akun nakal yang sengaja memancing emosi publik hingga bikin suasana makin panas.

Identitas & Dugaan Peran Tersangka

Mengutip laporan Tirto.id, sebagian besar tersangka adalah admin akun media sosial yang aktif mengunggah konten provokatif. Mereka antara lain:

  • Mujaffar, admin akun Blok Politik Pelajar.
  • Syahdan Husein, admin akun Gejayan Memanggil.
  • Khariq Anhar, admin Aliansi Mahasiswa Penggugat.
  • RAP, pengelola akun yang mengunggah tutorial membuat molotov.
  • FL, admin akun yang menyiarkan langsung ajakan turun aksi.
Baca Juga :  Weleh, Enak Banget Mayor Teddy! Belum Lama Jabat Seskab, Kini Tiba-tiba Naik Pangkat Jadi Letkol

Sementara itu, Kompas.tv menyoroti penangkapan Delpedro Marhaen, Direktur Lokataru Foundation, yang juga ikut dijerat karena diduga menghasut demonstrasi hingga melibatkan anak di bawah umur.

Menurut laporan Liputan6.com, dari hasil penyelidikan ditemukan konten berupa ajakan demo disertai tutorial pembuatan molotov yang berpotensi memperkeruh situasi. Tak heran, Polri bergerak cepat untuk meredam penyebaran konten berbahaya tersebut.

Catatan Penutup

Kasus ini jadi pengingat serius: media sosial bukan ruang hampa tanpa hukum. Setiap unggahan bisa berdampak luas.

Polri menegaskan, siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan provokasi dan menghasut kericuhan, siap-siap berhadapan dengan pasal pidana.

Buat netizen, pesan moralnya jelas: pikir dulu sebelum posting. Jangan sampai jari lebih cepat daripada logika—karena sekali salah, risikonya bisa panjang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB