Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?

Organisasi baru ini diharapkan memperkuat kerja sama masyarakat, budaya, dan ekonomi sekaligus mendukung kolaborasi dalam inisiatif Belt and Road.

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Gambar: xinhuanet.com)

(Gambar: xinhuanet.com)

SUARAMUDA.NET, DHAKA — Hubungan China dan Bangladesh memasuki babak baru. Kedua negara resmi meluncurkan China-Bangladesh Friends of Silk Road Club di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Minggu (2/8), sebagai wadah untuk mempererat kerja sama antarmasyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Peluncuran organisasi tersebut dilakukan bersamaan dengan dimulainya Silk Road Community Building Initiative in Bangladesh, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat kolaborasi masyarakat kedua negara dalam mendukung pembangunan bersama.

Acara ini dihadiri Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) China sekaligus Ketua Chinese Association for International Understanding (CAFIU), Ji Bingxuan, serta Wakil Ketua Parlemen Bangladesh, Fazle Rabbi Miah, bersama sejumlah tokoh dari kedua negara.

Dalam sambutannya, Ji Bingxuan menegaskan bahwa hubungan China dan Bangladesh tidak cukup hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga harus diperkuat melalui hubungan antarmasyarakat.

Menurutnya, pertukaran budaya, kerja sama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, serta komunikasi yang semakin intens akan menjadi fondasi kuat bagi persahabatan jangka panjang antara kedua negara.

Baca Juga :  Direktur Sino-Nusantara Institute Diundang CGTN Bahas Jalur Pembangunan Tiongkok di Peringatan 105 Tahun PKT

Sementara itu, Fazle Rabbi Miah menyampaikan bahwa sebagai negara berkembang, Bangladesh memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman pembangunan China.

Ia juga menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Beijing. Menurutnya, program tersebut mampu menyelaraskan strategi pembangunan kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor.

Dengan semakin eratnya kolaborasi tersebut, Bangladesh berharap hubungan bilateral dengan China dapat menghadirkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan yang saling menguntungkan bagi kedua negara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki ‘The New Shenzhen’
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB