Direktur Sino-Nusantara Institute Diundang CGTN Bahas Jalur Pembangunan Tiongkok di Peringatan 105 Tahun PKT

"Ahmad Syaifudin Zuhri menjadi perwakilan Indonesia dalam forum internasional CGTN untuk membahas transformasi Tiongkok, kerja sama internasional, dan peran PKT di tengah perubahan dunia"

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Nama Indonesia ikut hadir dalam perbincangan internasional yang digelar China Global Television Network (CGTN) untuk memperingati 105 tahun berdirinya PKT.

Menariknya, yang mendapat undangan khusus mewakili Indonesia adalah Direktur Sino-Nusantara Institute (SNI), Ahmad Syaifudin Zuhri.

Dalam forum tersebut, CGTN mempertemukan narasumber dari Nepal, Kamboja, dan Indonesia untuk mendiskusikan perjalanan pembangunan Tiongkok yang kerap menjadi sorotan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya membahas pertumbuhan ekonomi, diskusi juga mengulas bagaimana tata kelola pemerintahan, kerja sama internasional, hingga posisi Tiongkok yang semakin berpengaruh dalam percaturan global.

Para pembicara berbagi pengalaman berdasarkan interaksi mereka selama bertahun-tahun dengan Tiongkok.

Mereka mengulas bagaimana negeri tersebut mengalami transformasi besar, membangun kemitraan dengan berbagai negara, sekaligus menghadapi tantangan di tengah perubahan geopolitik dunia.

Baca Juga :  Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Mewakili Indonesia, Ahmad Syaifudin Zuhri mengaku menyoroti sejumlah aspek penting dalam hubungan Tiongkok dengan dunia internasional, termasuk pengalaman kerja sama yang telah terjalin selama ini.

“Ya, saya bicara terkait kerja sama internasional, serta makna tata kelola PKT dalam menghadapi dinamika dan perubahan dunia,” ujar Zuhri kepada Suaramuda.net, Selasa (21/7).

Zuhri juga menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki akar sejarah yang kuat dalam semangat solidaritas negara-negara berkembang.

Menurutnya, semangat yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung 1955 kini berkembang dalam narasi Global South, yakni kolaborasi negara-negara berkembang untuk mendorong tata kelola dunia yang lebih inklusif, setara, dan saling menghormati.

“Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam membangun kerja sama Selatan-Selatan. Semangat Bandung yang dahulu menjadi fondasi solidaritas Asia-Afrika kini menemukan relevansinya kembali melalui penguatan peran Global South dalam menjawab tantangan global, mulai dari pembangunan, teknologi, hingga tata kelola internasional,” jelasnya.

Baca Juga :  Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Menurut Zuhri, transformasi Tiongkok tidak hanya menarik dilihat dari sisi pembangunan ekonomi, tetapi juga dari cara negara tersebut membangun kolaborasi internasional di tengah lanskap global yang terus berubah.

Ia menilai Indonesia dapat mengambil inspirasi dari berbagai pengalaman tersebut, sembari tetap mengedepankan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Kehadiran Direktur Sino-Nusantara Institute dalam forum internasional ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan perspektif mengenai perkembangan Tiongkok.

Selain itu juga untuk memperkuat hubungan bilateral, serta menghidupkan kembali semangat Bandung dalam memperkuat suara negara-negara Global South di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. (Red)

 

Penulis : DT Atmaja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?
Berita ini 30 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB