China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Kawasan Industri Wiraraja di Bangkalan diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru Jawa Timur, dengan investasi dan kolaborasi industri bersama Tiongkok

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kredit

Gambar: Kredit

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Madura selama ini identik dengan karapan sapi, garam, sate, dan budaya yang kuat. Tapi sebentar lagi, ada cerita baru yang mungkin bikin peta ekonomi Jawa Timur ikut berubah. Madura sedang disiapkan menjadi salah satu pusat ekonomi baru.

Pemerintah Indonesia menggandeng Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dan mitra industri dari Guangdong, Tiongkok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama ini juga masuk dalam skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menjadi salah satu kerangka kolaborasi pengembangan kawasan industri Indonesia dan Tiongkok.

Dari Pulau Garam ke Pulau Industri?

Nah, di sinilah ceritanya mulai menarik. Madura punya posisi geografis yang strategis karena berhadapan langsung dengan kawasan industri di Gresik dan terhubung dengan pusat ekonomi Surabaya.

Pemerintah melihat pengembangan kawasan industri di Bangkalan bisa menciptakan keseimbangan baru dalam peta industrialisasi Jawa Timur.

Jadi, bukan cuma Gresik dan kawasan industri di sekitar Surabaya yang menjadi pusat aktivitas manufaktur. Madura ikut masuk radar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan menyebut keberadaan kawasan industri Bangkalan dapat membuat perkembangan industri di kawasan Jawa Timur menjadi lebih seimbang.

Baca Juga :  PDAM Semarang Gandeng Polines, Siap Intip Teknologi Air Canggih dari Tiongkok

Tiongkok Bawa Apa?

Bukan cuma modal. Sejumlah sektor industri asal Tiongkok mulai diarahkan masuk ke kawasan Wiraraja Madura. Di antaranya industri cokelat, matras, tekstil, benang, hingga manufaktur padat karya.

Kalau benar-benar terealisasi, efeknya bisa panjang. Pabrik membutuhkan pekerja. Pekerja membutuhkan tempat tinggal, makanan, transportasi, jasa, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Artinya, satu kawasan industri bisa memunculkan ekosistem ekonomi baru di sekitarnya. Dari warung makan sampai logistik. Dari UMKM sampai jasa transportasi. Dari tenaga operator sampai kebutuhan tenaga profesional.

Bukan Sekadar Bangun Pabrik

President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyebut kawasan tersebut dirancang sebagai pusat manufaktur yang menopang sektor industri, logistik hingga energi ramah lingkungan.

Artinya, mimpi besarnya bukan sekadar:“Bangun pabrik, produksi, lalu, selesai.” Tetapi membangun sebuah ekosistem industri. Dan di sinilah peluang terbesar Madura berada.

Apalagi hubungan ekonomi dengan Tiongkok terus berkembang. Kota Zhanjiang di Guangdong, misalnya, telah menjadi salah satu mitra dalam kerja sama tersebut.

Pada 2025, nilai perdagangan Zhanjiang dengan Indonesia tercatat mencapai 2,461 miliar yuan, naik 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Delapan perusahaan asal Zhanjiang juga telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan nilai sekitar US$370 juta.

Baca Juga :  Temui Dua Bakal Calon Wali Kota, Ketua FKUB Kota Semarang Tekankan Semangat Kerukunan dan Toleransi

Tapi Ada Satu Pertanyaan Besar

Madura siap? Sebab mendatangkan investasi miliaran bukan akhir cerita. Justru itu baru permulaan. Madura membutuhkan SDM yang siap masuk industri, infrastruktur yang memadai, konektivitas logistik yang kuat, serta kebijakan yang memastikan masyarakat lokal ikut menikmati manfaat investasi.

Jangan sampai pabriknya tumbuh pesat, tetapi tenaga kerjanya justru didatangkan dari luar daerah. Jangan sampai kawasan industrinya maju, tetapi UMKM lokal hanya menjadi penonton.

Dan jangan sampai investasi besar datang, tetapi persoalan lingkungan dan sosial justru ditinggalkan.

Kalau Berhasil, Madura Bisa Berubah Total

Bayangkan beberapa tahun ke depan. Kawasan industri berkembang. Pabrik-pabrik berdiri. Lapangan kerja terbuka. Jalan dan infrastruktur tumbuh. UMKM pun bermunculan. Logistik bergerak.

Anak-anak muda Madura tidak harus selalu pergi ke Surabaya, Jakarta, atau bahkan keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Inilah peluang terbesar dari proyek tersebut.

Madura tidak harus menjadi “Shenzhen” secara harfiah. Tetapi jika investasi, teknologi, industri, SDM, dan ekonomi lokal bisa tumbuh bersama, pulau ini berpotensi memiliki mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Jadi, pertanyaannya sekarang bukan lagi: “Madura bisa jadi kawasan industri atau tidak?” Melainkan: Seberapa siap Madura mengambil kesempatan ketika industrialisasi benar-benar datang?” (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB