Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Trump membuka peluang produsen mobil China membangun pabrik di AS, tetapi wajib menyerap tenaga kerja Amerika. Langkah ini bisa ikut mengubah peta persaingan otomotif global dan membuka peluang baru bagi Indonesia

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Mobil China. (Ilustrasi: pinterest)

POV: Mobil China. (Ilustrasi: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin kejutan di sektor otomotif. Ia menyatakan tidak keberatan produsen mobil asal China membangun pabrik di Amerika Serikat.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi: pabrik tersebut harus mempekerjakan pekerja Amerika.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan dirinya terbuka jika produsen China datang dan membangun fasilitas produksi di AS. Menurutnya, investasi asing boleh masuk selama menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan orang kita,” menjadi salah satu alasan Trump. Ia juga menegaskan tidak ingin produsen China memproduksi mobil di Meksiko kemudian mengirimkannya ke pasar AS.

Sikap ini cukup menarik. Pasalnya, Washington selama ini justru sangat ketat terhadap mobil China. Aturan yang diterapkan pemerintahan sebelumnya secara efektif membatasi kendaraan penumpang China masuk dan diproduksi di AS. Tarif terhadap mobil listrik China juga masih sangat tinggi.

Baca Juga :  Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Trump kini seperti membuka pintu, tetapi pintunya tidak dibuka lebar-lebar. Produsen China harus datang langsung, membangun pabrik, dan menggunakan tenaga kerja AS.

Dampaknya ke Indonesia, apa?

Jika produsen China semakin agresif membangun pabrik di berbagai negara, persaingan industri otomotif global berpotensi makin panas. Indonesia bisa ikut terkena imbasnya.

Di satu sisi, ini justru bisa menjadi peluang investasi. Indonesia sudah menjadi salah satu basis penting bagi produsen China. GAIKINDO mencatat sedikitnya 16 merek mobil China telah beroperasi di Indonesia hingga akhir 2025. Sejumlah pemain juga mulai serius membangun fasilitas produksi lokal.

BYD, misalnya, menyiapkan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan investasi sekitar Rp11,2 triliun dan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun. Investasi semacam ini berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat rantai pasok otomotif nasional.

Baca Juga :  Jawa Tengah Dilirik Lagi! Wanxinda Group Siapkan Investasi Rp1 Triliun di KIT Batang

Di sisi lain, masuknya semakin banyak merek China juga berarti kompetisi di pasar Indonesia bakal makin sengit. Konsumen mendapat lebih banyak pilihan, sementara produsen Jepang, Korea, Eropa, hingga pemain lokal harus semakin agresif menawarkan harga, teknologi, dan layanan.

Tren itu sebenarnya sudah terlihat. Pada Januari-Mei 2026, BYD bahkan menempati posisi keenam dalam penjualan mobil nasional dengan 17.993 unit secara wholesale.

Jadi, langkah Trump bukan cuma soal mobil China dan Amerika. Jika ekspansi produsen China semakin global, Indonesia bisa menjadi salah satu medan tempurnya—sekaligus salah satu pihak yang berpeluang kecipratan investasinya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?
Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki ‘The New Shenzhen’
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB