China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

China mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027 dengan agenda memperkuat perdagangan, sistem pembayaran lintas negara, dan penggunaan mata uang lokal. Dedolarisasi kembali mencuat, meski dominasi dolar AS belum mudah digeser

- Penulis

Rabu, 30 September 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: suaramuda.net

Ilustrasi: suaramuda.net

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Peta ekonomi global kembali bergerak. China akan mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.

Beijing pun mulai mendorong agenda yang lebih besar: memperkuat kerja sama ekonomi, teknologi, perdagangan, hingga sistem pembayaran lintas negara.

Presiden China Xi Jinping menyatakan keketuaan tersebut akan diarahkan untuk memperkuat kerja sama negara-negara Global South.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

China juga menawarkan sejumlah inisiatif, termasuk kerja sama kecerdasan buatan, rantai pasok, industrialisasi baru, serta reformasi tata kelola global.

Di sektor keuangan, isu yang kembali mencuri perhatian adalah dedolarisasi—upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional.

Baca Juga :  Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal

Dalam KTT BRICS di New Delhi pada September 2026, negara-negara anggota menyepakati penguatan sistem pembayaran lintas negara dan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan serta investasi.

Langkah ini tidak sama dengan keputusan untuk mengganti dolar AS dengan mata uang BRICS, tetapi membuka ruang bagi transaksi yang tidak sepenuhnya bergantung pada dolar.

China punya posisi penting dalam proses tersebut. Penggunaan yuan dalam perdagangan antarnegara BRICS dan pengembangan infrastruktur pembayaran alternatif membuat Beijing menjadi salah satu penggerak utama diversifikasi dari sistem pembayaran berbasis dolar.

Namun, dedolarisasi belum berarti dolar AS kehilangan dominasinya dalam waktu dekat. Dolar masih menjadi mata uang utama dalam cadangan devisa, perdagangan, dan transaksi internasional.

Baca Juga :  China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas"

Selain itu, BRICS sendiri belum memiliki mata uang bersama dan negara-negara anggotanya memiliki kepentingan ekonomi serta politik yang berbeda.

Karena itu, tantangan bagi dolar lebih tepat dibaca sebagai proses diversifikasi jangka panjang, bukan ancaman yang langsung mengguncang posisi greenback.

Dengan China memimpin BRICS pada 2027, pertarungan sebenarnya bukan sekadar soal siapa memakai dolar atau yuan.

Yang lebih besar adalah siapa yang mampu membangun infrastruktur perdagangan dan keuangan global alternatif—dan seberapa jauh negara-negara Global South bersedia menggunakannya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:42 WIB

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB