Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya

Survei terbaru menunjukkan pengaruh China mulai mengungguli AS di mata masyarakat Amerika Latin.

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Rio de Janeiro, Brasil, pada 17 November 2024. FOTO/Xinhua

Masyarakat menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Rio de Janeiro, Brasil, pada 17 November 2024. FOTO/Xinhua

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Peta pengaruh global di Amerika Latin mulai bergeser. China kini mendapat penilaian lebih positif dibandingkan Amerika Serikat dari masyarakat di kawasan tersebut.

Survei Latinobarómetro 2026 menunjukkan 65 persen responden menilai pengaruh China secara positif. Sementara itu, pengaruh Amerika Serikat mendapat penilaian positif dari 57 persen responden.

Perubahan ini tak muncul begitu saja. China dalam beberapa tahun terakhir makin agresif membangun hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk melalui perdagangan dan produk impor yang semakin mudah ditemui masyarakat.

Temuan ini sejalan dengan survei Pew Research Center yang dilakukan di Argentina, Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.

Di empat negara—Argentina, Chile, Meksiko, dan Peru—masyarakat kini memandang China lebih positif dibanding AS. Di Brasil dan Kolombia, pandangan terhadap keduanya relatif berimbang.

Baca Juga :  Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Bagi Washington, perubahan persepsi ini menjadi sinyal penting. China bukan lagi sekadar mitra dagang bagi Amerika Latin, tetapi juga semakin kuat dalam perebutan pengaruh di kawasan yang selama puluhan tahun dianggap sebagai wilayah strategis AS. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya

Rabu, 30 September 2026 - 13:42 WIB

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Berita Terbaru

Masyarakat menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Rio de Janeiro, Brasil, pada 17 November 2024. FOTO/Xinhua

Sino Insight

Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:23 WIB

KABAR NUSANTARA

Aliansi Mahasiswa Probolinggo Siap Turun Lagi, Bawa Massa Lebih Besar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:15 WIB