SUARAMUDA.NET, PROBOLINGGO — Aksi mahasiswa di Probolinggo belum selesai. Aliansi Mahasiswa Probolinggo menyatakan siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Pernyataan itu disampaikan Hedi, Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan September Hitam Probolinggo. Ia menegaskan, aksi sebelumnya bukan menjadi penutup gerakan, melainkan awal dari aksi lanjutan.
“Aksi kemarin bukan akhir, melainkan awal dari eskalasi yang lebih besar. Saya tegaskan secara lantang selaku Korlap, kami tidak akan mundur satu langkah pun,” kata Hedi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam aksi berikutnya, Aliansi Mahasiswa Probolinggo berencana kembali mendatangi Polres Probolinggo. Mereka juga meminta Kapolres dan Dandim hadir langsung untuk menanggapi tuntutan mahasiswa.
Tak hanya itu, mahasiswa meminta kedua pimpinan tersebut menandatangani komitmen serta 10 poin Pakta Integritas yang mereka bawa.
“Kami akan mengurud Kapolres serta Dandim sampai mereka keluar dan menandatangani langsung komitmen serta 10 poin Pakta Integritas tersebut secara langsung tanpa diwakilkan,” ujarnya.
Pakta Integritas yang dibawa dalam Gerakan September Hitam Probolinggo mengusung tajuk “Menolak Diam, Menjaga Rakyat”.
Isinya antara lain menuntut jaminan perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat, pengamanan aksi secara humanis tanpa kekerasan, serta mekanisme pertanggungjawaban pimpinan apabila anggotanya melakukan pelanggaran hukum serius.
Salah satu klausul bahkan memuat tuntutan agar pimpinan bersedia dicopot dari jabatannya apabila gagal mengendalikan anggota hingga terjadi pelanggaran hukum serius.
Aliansi Mahasiswa Probolinggo menyatakan 10 poin Pakta Integritas tersebut akan kembali menjadi bagian utama tuntutan dalam aksi berikutnya.
Dengan rencana membawa massa lebih besar, mahasiswa memberi sinyal bahwa Gerakan September Hitam di Probolinggo belum akan berhenti. (Red)














Komentar