China Kini Lirik AI dan Semikonduktor di Indonesia, Investasi Tak Lagi Cuma Tambang dan Pabrik

"Minat investor China bergeser ke sektor teknologi tinggi, dari AI hingga semikonduktor, seiring dorongan transformasi industri nasional"

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesian Ambassador to China Djauhari Oratmangun Photo: Courtesy of Indonesian Embassy in China/ Global Times

Indonesian Ambassador to China Djauhari Oratmangun Photo: Courtesy of Indonesian Embassy in China/ Global Times

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ada yang berubah dari arah investasi China di Indonesia. Jika selama ini identik dengan tambang, smelter, atau proyek-proyek infrastruktur, kini investor asal Negeri Tirai Bambu mulai melirik sektor teknologi masa depan.

Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, seperti dilansir Kompas, Jumat (24/7) mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), semikonduktor, hingga teknologi transformasi energi menjadi bidang yang kini paling banyak menarik perhatian investor China.

Menurutnya, perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia-China mulai memasuki babak baru, yakni investasi berbasis teknologi dan industri bernilai tambah tinggi.

Selain AI dan semikonduktor, proyek-proyek energi hijau seperti waste to energy juga masuk dalam daftar sektor yang paling banyak diburu investor.

Pemerintah Indonesia pun disebut aktif mendorong investasi pada bidang-bidang tersebut karena dinilai mampu mempercepat transformasi industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

Tak hanya wacana, kerja sama kedua negara juga langsung diwujudkan lewat penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) senilai sekitar 2 miliar dollar AS atau setara Rp36 triliun.

Kesepakatan itu mencakup pengembangan energi hijau, industri makanan dan minuman, hingga sektor properti dan rekayasa.

Baca Juga :  PDAM Semarang Gandeng Polines, Siap Intip Teknologi Air Canggih dari Tiongkok

Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agrivoltaik berkapasitas 300 megawatt di Sumatera Utara dengan nilai investasi sekitar 1,35 miliar dollar AS.

Djauhari menilai minat investor China terhadap Indonesia terus meningkat karena iklim investasi nasional dinilai semakin kondusif meski masih memiliki sejumlah tantangan.

Dengan masuknya AI dan semikonduktor ke radar investasi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan industri teknologi di kawasan Asia Tenggara. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB