Gawat! Mendikti Bilang: Kampus Jangan Hobi Buka Prodi Baru, Mending Dimerger!

Brian Yuliarto menilai kampus tak perlu berlomba membuka prodi baru. Pengembangan keilmuan dinilai lebih penting daripada menambah sekat administrasi.

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Toga wisuda. (Ilustrasi: pinterest)

Toga wisuda. (Ilustrasi: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kampus di Indonesia diminta berhenti berlomba-lomba membuka program studi (prodi) baru. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto justru mendorong kampus untuk menggabungkan prodi yang punya rumpun keilmuan serupa.

Pesan itu disampaikan Brian saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII 2026 di Nusa Dua, Bali, Jumat (2/10/2026).

“Jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi,” kata Brian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyaknya prodi justru membuat kampus menghadapi beban administrasi dan akreditasi yang semakin berat. Karena itu, prodi dengan bidang keilmuan yang berdekatan bisa digabung agar pengelolaannya lebih sederhana.

Bukan Berarti Ilmunya Dipangkas

Baca Juga :  Begini Perjalanan Tura Parthayana yang Ditunjuk Jadi Duta Pendidikan Rusia, "Menyala Abangku"!

Brian menegaskan, merger prodi bukan berarti pengembangan ilmu harus dihentikan. Justru kampus didorong memperluas keilmuan tanpa harus selalu membuat prodi baru.

Ia mencontohkan perkembangan bidang teknik elektro yang kini melahirkan berbagai bidang seperti telekomunikasi, teknik biomedis, informatika hingga kecerdasan buatan.

Menurut Brian, pada jenjang sarjana, bidang keilmuan sebaiknya tidak dibuat terlalu sempit. Lulusan perlu memiliki kompetensi yang lebih fleksibel agar bisa masuk ke berbagai sektor pekerjaan.

“Yang perlu dikembangkan itu bukan Prodinya, tapi keilmuannya. Prodi itu hanya administrasi,” ujarnya.

Prodi Indonesia Sudah Puluhan Ribu

Dorongan penyederhanaan ini muncul di tengah besarnya jumlah program studi di Indonesia. Data Kemdiktisaintek mencatat terdapat 34.711 prodi pada 2025,dengan sekitar 11,5 juta mahasiswa, 328 ribu dosen, dan 2,78 juta lulusan.

Baca Juga :  Mengapa Fakultas Teknologi Pertanian IPB Terancam Dibubarkan?

Brian menilai kampus tak perlu mengejar jumlah prodi. Yang jauh lebih penting adalah dampak pendidikan dan riset bagi masyarakat.

Sederhananya, kampus jangan sekadar sibuk menghitung berapa banyak prodi yang dimiliki. Pertanyaan besarnya adalah lulusan kampus bisa berbuat apa dan persoalan masyarakat apa yang mampu mereka selesaikan?

Arah kebijakan ini sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi yang mendorong perguruan tinggi lebih fokus pada kualitas, relevansi, serta outcome pendidikan, bukan sekadar banyaknya program studi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Gawat! Mendikti Bilang: Kampus Jangan Hobi Buka Prodi Baru, Mending Dimerger!

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

Masyarakat menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Rio de Janeiro, Brasil, pada 17 November 2024. FOTO/Xinhua

Sino Insight

Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:23 WIB

KABAR NUSANTARA

Aliansi Mahasiswa Probolinggo Siap Turun Lagi, Bawa Massa Lebih Besar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:15 WIB