Indonesia Gaspol di Ekonomi Digital, Gandeng Tiongkok dan Kejar Investasi AI

Dari perdagangan digital, pusat data, sampai talenta AI—Indonesia membawa misi besar ke Global Digital Trade Expo di Hangzhou.

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Indonesia tak mau cuma jadi penonton di tengah gencarnya revolusi ekonomi digital.

Dalam Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok, Indonesia mendorong kerja sama baru di sektor perdagangan digital, kecerdasan buatan (AI), investasi, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Forum yang mempertemukan peserta dari 121 negara itu menjadi momentum Indonesia untuk memperluas kolaborasi teknologi sekaligus menarik investasi digital ke dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu gebrakan yang dibawa Indonesia adalah ajakan kepada perusahaan teknologi Hangzhou untuk membangun pusat data di Indonesia.

Baca Juga :  Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?

Pemerintah juga mendorong kerja sama pengembangan talenta digital dan pemanfaatan AI open source.

Bukan cuma itu. Indonesia mengusulkan pelatihan bagi 5.000 talenta AI, proyek percontohan inovasi AI di salah satu KEK, serta kerja sama kawasan kembar antara KEK Qiantang di Tiongkok dan KEK Digital Serpong.

Di sektor KEK, Indonesia juga mendorong terbentuknya koridor investasi hijau dan digital BRICS, platform fasilitasi investasi, pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, hingga konektivitas pembayaran digital.

Baca Juga :  Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal

Kerja sama dengan Tiongkok pun mulai menghasilkan transaksi konkret. Sebelumnya, business matching Indonesia-Tiongkok menghasilkan delapan MoU dengan perkiraan nilai investasi sekitar US$400 juta.

Pesannya jelas: Indonesia ingin ekonomi digital bukan sekadar soal teknologi canggih, tetapi juga menjadi mesin investasi, penciptaan talenta, dan pertumbuhan ekonomi baru. Indonesia sedang gaspol mengejar masa depan digital. (Red)

Sumber resmi Kemenko Perekonomian

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bikin Akademi Militer Baru, AI dan Drone Jadi Andalan
Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya
China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Indonesia Gaspol di Ekonomi Digital, Gandeng Tiongkok dan Kejar Investasi AI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Amerika Latin Mulai Tinggalkan AS, China Kini Lebih Dipercaya

Rabu, 30 September 2026 - 13:42 WIB

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Berita Terbaru

Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

KABAR NUSANTARA

Temuan MK: Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:15 WIB