Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki ‘The New Shenzhen’

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Industropolis Coastal Rest Area dengan panorama Laut Jawa yang memesona, di KEK Industropolis Batang. (Heri Kisyanto/ rri.co.id)

Suasana Industropolis Coastal Rest Area dengan panorama Laut Jawa yang memesona, di KEK Industropolis Batang. (Heri Kisyanto/ rri.co.id)

SUARAMUDA.NET, BATANG — Kabupaten Batang kembali mencuri perhatian. Kawasan industri yang berada di pesisir utara Jawa Tengah ini disebut-sebut sebagai “The New Shenzhen“, setelah kerja sama Indonesia dan China berhasil menarik komitmen investasi jumbo senilai Rp37,1 triliun.

Nilai fantastis itu lahir dari skema Two Countries Twin Parks (TCTP), sebuah program kolaborasi strategis antara Indonesia dan China yang mempertemukan kawasan industri, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha untuk mempercepat investasi dan perdagangan.

Hingga saat ini, sebanyak 30 nota kesepahaman (MoU) telah diteken. Seluruh proyek tersebut diperkirakan memiliki total nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun, membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri nasional sekaligus penciptaan lapangan kerja.

Namun, kerja sama ini tak berhenti pada pembangunan pabrik semata. Indonesia dan China juga memperkuat ekosistem pendukung investasi melalui peningkatan fasilitas perdagangan, koordinasi kepabeanan, kelancaran distribusi barang, hingga perluasan akses pasar internasasional.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang semakin kompetitif sehingga kawasan industri di Indonesia, khususnya Batang, semakin menarik bagi investor global.

Baca Juga :  Semarang, Kendal, dan Batang Jadi Raja Investasi Jawa Tengah! Apa Dampaknya Buat Warga?

Julukan “The New Shenzhen” pun bukan tanpa alasan. Batang diproyeksikan menjadi salah satu pusat manufaktur baru Indonesia, mengikuti jejak Shenzhen di China yang berhasil bertransformasi dari kota kecil menjadi pusat industri dan teknologi dunia.

Jika berbagai proyek investasi tersebut berjalan sesuai rencana, Batang diperkirakan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi investasi unggulan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB