Kompak Laksanakan Sulingjar 2026, Dewan Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Benahi Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar 2026 menjadi langkah strategis MTs Muhammadiyah 20 Menongo untuk memetakan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya sekolah yang aman dan inklusif, serta menyusun program peningkatan mutu pendidikan berbasis data.

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik siswa, melainkan juga dari ekosistem belajar yang sehat dan suportif.

Menyadari hal tersebut, Dewan Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, secara serentak dan penuh tanggung jawab melaksanakan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif nasional, melainkan momentum refleksi diri yang krusial untuk memetakan kekuatan dan kelemahan madrasah sebagai dasar perbaikan mutu pendidikan di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cermin Evaluasi Ekosistem Sekolah

Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) adalah instrumen evaluasi resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang terintegrasi dalam Asesmen Nasional.

Berbeda dengan asesmen yang mengukur kompetensi peserta didik, Sulingjar secara spesifik “membidik” kondisi lingkungan satuan pendidikan itu sendiri.

Tujuannya adalah mengevaluasi kualitas pembelajaran, iklim keamanan, inklusivitas, kepemimpinan sekolah, serta dukungan sarana prasarana.

Hasil survei ini akan menjadi fondasi penyusunan Profil dan Rapor Pendidikan MTs Muhammadiyah 20 Menongo, sehingga program kerja tahun ajaran berikutnya dapat dirancang berbasis data yang valid, akurat, dan tepat sasaran, bukan berdasarkan asumsi semata.

Partisipasi Kepala Madrasah dan Guru

Pelaksanaan Sulingjar 2026 di MTs Muhammadiyah 20 Menongo melibatkan dua kelompok responden utama sesuai ketentuan Surat Edaran Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026.

Kepala Madrasah sebagai pemimpin yang dievaluasi terkait gaya kepemimpinan, manajemen sumber daya, dan kemampuan menciptakan iklim sekolah yang kondusif.

Baca Juga :  Alumni Turun Gunung! FORTASI MATSAMDAH 2026 Bikin Siswa Baru Makin Berani Berkarya

Seluruh dewan guru yang terdaftar di Dapodik. Ini sebagai garda terdepan proses pembelajaran yang memberikan masukan langsung mengenai kualitas pengajaran, umpan balik kepada siswa, serta dukungan fasilitas yang mereka terima sehari-hari.

Setiap responden mengisi survei secara mandiri menggunakan akun SSO, token, dan NPSN yang telah diverifikasi oleh operator madrasah, menjamin bahwa setiap jawaban merupakan refleksi jujur dan objektif dari pengalaman nyata di lapangan.

Pengisian Daring Selama Periode Nasional

Kegiatan Sulingjar 2026 dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional pada periode 20 Juli 2026 hingga 17 Agustus 2026. Di MTs Muhammadiyah 20 Menongo, seluruh proses pengisian dilakukan secara daring (online) melalui Dashboard resmi Kementerian Agama di https://dashboard.kemenag.go.id/sulingjar.

Fleksibilitas waktu pengisian memungkinkan guru dan kepala madrasah untuk menjawab pertanyaan survei dengan tenang dan mendalam tanpa mengganggu jam mengajar, sekaligus memastikan partisipasi mencapai target 100% sebelum batas waktu nasional berakhir.

Dari Data Menuju Kebijakan Berkelanjutan

Mengapa Sulingjar begitu vital bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo? Karena data yang dihasilkan adalah “cermin” yang jujur. Melalui survei ini, madrasah dapat mengidentifikasi aspek mana yang sudah kuat (misalnya: iklim kebinekaan atau semangat kolaborasi guru) dan aspek mana yang masih perlu diperbaiki (misalnya: variasi metode pembelajaran atau ketersediaan alat peraga).

Lebih jauh, partisipasi aktif dalam Sulingjar adalah wujud nyata visi Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa; bahwa pendidikan berkualitas harus dimulai dari lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas kekerasan. Tanpa evaluasi berkala seperti ini, upaya peningkatan mutu hanya akan berjalan di tempat tanpa arah yang jelas.

Baca Juga :  Mahasiswa Asistensi Mengajar 2025 Resmi Ngegas di SMPN 1 Labang

Penilaian dan Tindak Lanjut Program

Sulingjar 2026 menggali lima dimensi fundamental yang saling berkaitan:
1. Kualitas Proses Pembelajaran: Menilai keterlibatan siswa, diferensiasi pembelajaran, dan efektivitas umpan balik guru.
2. Iklim Keamanan Sekolah: Mengukur persepsi warga sekolah terhadap rasa aman fisik dan psikologis, termasuk pencegahan perundungan dan kekerasan.
3. Iklim Kebinekaan dan Inklusivitas: Melihat sejauh mana madrasah menghargai perbedaan latar belakang siswa dan menyediakan akses belajar yang adil.
4. Kepemimpinan Sekolah: Mengevaluasi kemampuan kepala madrasah dalam memotivasi, mengelola konflik, dan mendistribusikan sumber daya secara transparan.
5. Dukungan Sarana Prasarana: Memastikan fasilitas fisik dan digital memadai untuk mendukung kurikulum Merdeka Belajar.
Setelah periode pengisian selesai, data akan diolah oleh Kemendikbudristek dan Kemenag.

Hasilnya kemudian didiskusikan dalam rapat dewan guru untuk diterjemahkan menjadi Rencana Kerja Madrasah (RKM) yang konkret, terukur, dan berorientasi pada kesejahteraan serta kemajuan bersama.

Bergerak, Reflektif, dan Berkualitas

Pelaksanaan Sulingjar 2026 di MTs Muhammadiyah 20 Menongo adalah bukti bahwa keluarga besar madrasah ini tidak puas dengan pencapaian saat ini. Mereka berani melihat ke dalam, mengakui kekurangan, dan berkomitmen untuk berbenah. (Red)

Penulis : SAM

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB