Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!

"Empat kali kalah, lima kali nyalon. Prabowo mengaku pantang mundur karena merasa Indonesia sudah salah jalur sejak era 1990-an"

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ternyata alasan Prabowo Subianto berkali-kali maju Pilpres bukan sekadar karena hobi ikut kontestasi lima tahunan.

Menurut pengakuannya, ada misi yang lebih besar: membetulkan arah Indonesia yang, menurutnya, sudah melenceng sejak era 1990-an.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6). Di hadapan para pengusaha muda, ia mengingat kembali perjalanan panjangnya mengejar kursi RI 1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau dihitung-hitung, perjalanan politik Prabowo memang lebih panjang daripada antrean diskon tanggal kembar.

Mulai dari Konvensi Golkar 2004, Pilpres 2009, 2014, 2019, hingga akhirnya menang pada 2024. Total lima kali mencoba, empat kali harus menerima kenyataan pahit.

Baca Juga :  Begini Dampak Pengguna Telegram Usai Bos Telegram Pavel Durov Ditangkap, Serem!

“Saya usaha jadi presiden dari 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali. Empat kali kalah,” kata Prabowo.

Selama bertahun-tahun, banyak yang mengira ambisi politiknya sekadar soal hasrat menjadi presiden. Para analis, pengamat, podcaster, hingga komentator kolom media sosial ramai-ramai membuat teori.

Ada yang bilang ambisi. Ada yang bilang obsesi. Ada pula yang mungkin sudah menyiapkan episode khusus berjudul “Mengapa Prabowo Tidak Pernah Kapok?”

Namun Prabowo punya versi cerita sendiri.

Menurutnya, ia terus maju bukan karena ingin mengoleksi jabatan, melainkan karena merasa Indonesia sudah berada di jalur yang kurang tepat sejak dekade 1990-an.

“Kenapa saya ingin jadi presiden? Karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanjungpinang ke-242, Devan: Jaga Jati Diri Budaya Melayu

Pernyataan itu langsung mengundang berbagai tafsir. Sebagian publik mungkin bertanya: salah arahnya di mana? Belok kiri? Belok kanan? Atau malah nyasar ke jalan tikus pembangunan?

Yang jelas, setelah resmi menjadi presiden, kini Prabowo tak lagi berdiri di pinggir jalan sambil menunjuk arah. Ia sudah duduk di kursi sopir.

Publik pun menunggu: setelah puluhan tahun dianggap salah jalur, apakah Indonesia akan menemukan rute baru menuju tujuan yang dijanjikan, atau justru kembali mendengar suara khas navigasi nasional: “Anda berada di jalur yang salah. Menghitung ulang rute…”. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?
Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’
Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama
Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK
Korupsi MBG, Apakah Dadan Benar-benar Ditahan?
Kasus Ledakan Bom di Biak: Warisan Berbahaya Perang Dunia II dan Dampaknya terhadap Lingkungan Hidup
Lestarikan Tradisi Lisan, Ketua Manassa dan Peneliti BRIN Tinjau Ruwat Pandawa di Songgon Banyuwangi
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:06 WIB

Prabowo Bilang RI Salah Arah Sejak 1990-an, Masak sih? Netizen Langsung Cek Google Maps Nasional!

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi ‘Pulang Kampung’

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:50 WIB

Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK

Berita Terbaru