SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi memulai program Bina Desa di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, sejak 7 Mei 2026.
Program pengabdian masyarakat tersebut akan berlangsung selama satu bulan penuh dengan fokus pada pengembangan potensi lokal desa.
Kegiatan pembukaan digelar di Balai Desa Kalipucang dan berlangsung hangat dengan suasana penuh kekeluargaan. Pemerintah desa menyambut langsung kehadiran mahasiswa sebagai bentuk sinergi antara kampus dan masyarakat dalam membangun desa berbasis potensi lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Desa Kalipucang Doddy Dwi Susanto, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPN “Veteran” Jawa Timur Ir. Sani, M.T., serta dosen pembimbing lainnya, yakni Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., dan Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, S.T., M.T. Turut hadir pula perangkat desa dan mahasiswa peserta program Bina Desa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Kalipucang Doddy Dwi Susanto memperkenalkan sejumlah potensi unggulan desa yang selama ini menjadi daya tarik wilayah tersebut.
Desa Kalipucang dikenal sebagai desa wisata dengan berbagai destinasi alam seperti Air Terjun Sumber Nyonya, Kampung Susu, Bukit Tumang, hingga Mata Air Tujuh Sumber Telaga.
Tak hanya sektor wisata, Kalipucang juga memiliki kekuatan di bidang pertanian dan sumber daya alam. Produksi susu sapi, kopi, pisang, hingga keberadaan kebun pohon pinus menjadi potensi ekonomi yang dinilai masih bisa terus dikembangkan.
Doddy menyebut masyarakat Kalipucang dikenal terbuka dan ramah terhadap pendatang. Karena itu, pihak desa berharap mahasiswa mampu beradaptasi sekaligus membawa inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga adik-adik mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, betah selama berada di Desa Kalipucang, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Raka Selaksa Charisma Muchammad menjelaskan bahwa program Bina Desa kali ini akan berfokus pada pengolahan limbah organik dan pengembangan produk berbasis susu segar.
Menurutnya, limbah seperti kulit pisang, kulit kopi, hingga limbah pohon pinus yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal akan diolah menjadi produk bernilai guna dan memiliki nilai ekonomi.
Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan di tingkat desa.
Mahasiswa juga akan mengembangkan inovasi olahan susu segar hasil peternakan warga. Potensi susu yang melimpah di Desa Kalipucang diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga bisa diolah menjadi produk dengan nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan potensi lokal yang ada di Desa Kalipucang,” jelasnya.

Pelaksanaan program Bina Desa di Desa Kalipucang melibatkan diskusi intensif antara perangkat desa dengan para Dosen Pendamping Abdimas (DPL), yaitu Prof. Dr. Ir. Srie Muljani dan Ika Nawang Puspitawati, S.T., M.T. Pertemuan tersebut fokus pada pembahasan rencana kerja mahasiswa, khususnya dalam optimalisasi pengelolaan limbah organik dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi ini, program kerja yang dirancang diharapkan dapat berjalan selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) berbasis potensi lokal desa.
Pihak kampus turut mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin antara Pemerintah Desa Kalipucang dan UPN “Veteran” Jawa Timur. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci penting dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Selama satu bulan ke depan, mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat untuk menggali potensi desa sekaligus menjalankan berbagai program kerja yang telah disiapkan.
Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat desa, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga melalui inovasi yang dikembangkan bersama. (Red)
Penulis: Ir. Sani, M.T.; Hilmi Rafif Ardya; Verra Putri Nur Azizah; Muhamad Abiedama Fahrezi; Rahma Diana Thoyib; dan Muhammad Raka Cahya Febrian. Dosen dan Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur













Komentar