Waisak 2026 Tak Sekadar Ritual, GEMABUDHI Sulsel Tanam 45 Pohon untuk Jaga Bumi

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, GOA, SULSEL — Dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E. / 2026, Dewan Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Buddhis Indonesia (DPD GEMABUDHI) Sulawesi Selatan menginisiasi aksi nyata kepedulian lingkungan bertajuk “Gerakan Penghijauan Terpadu Waisak 2026”.

Aksi kolaboratif ini diwujudkan melalui penanaman 45 bibit pohon produktif dan pelindung yang dipusatkan di kawasan Vihara Sasanadipa Mawang (Yayasan Ratanajoti), Mawang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu.

Kegiatan ini diselenggarakan secara sinergis bersama Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Persatuan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) Sulawesi Selatan, Yayasan Ratanajoti Mawang, serta Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema “Implementasi Strategis Penanaman Pohon dalam Mendukung Ketahanan Ekosistem dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Sulawesi Selatan”, gerakan ini menjadi bukti konkret bahwa spiritualitas agama harus termanifestasi dalam tindakan menjaga kelestarian bumi.

Suasana khidmat dan penuh gotong royong tampak sejak pagi hari. Para pemuda, tokoh agama, guru, hingga pengurus yayasan bahu-membahu menggali tanah, menancapkan ajir bambu, dan menanam bibit-bibit pohon di area sekitar vihara.

Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan komitmen kolektif umat Buddha di Sulawesi Selatan dalam mendukung program-program lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Kreativitas Indonesia Mendunia Lewat Russian International Creative Season 2025 di Rusia

Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, S.Kom., menekankan pentingnya transisi dari sekadar perayaan ritual menuju aksi sosial yang berdampak jangka panjang bagi alam.

Dia menyatakan bahwa Waisak bukan sekadar merayakan penerangan sempurna Buddha di masa lalu, melainkan menyalakan lentera kepedulian di masa kini. Menanam satu pohon hari ini adalah bentuk komitmen nyata pemuda Buddhis dalam menjaga napas kehidupan bumi.

Manusia tidak mewarisi alam ini dari leluhur, melainkan meminjamnya dari generasi masa depan. Lewat 45 bibit pohon ini, GEMABUDHI Sulsel ingin menanam harapan agar harmoni antara manusia dan alam tetap terjaga utuh.

Sejalan dengan hal tersebut, Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., memberikan ulasan mendalam mengenai keterkaitan erat antara ajaran Buddha (Dhamma) dengan pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan Eco-Teologi.

Sumarjo menjelaskan bahwa dalam perspektif Eco-Teologi Buddha, alam dan manusia adalah satu kesatuan yang saling bergantungan (Paticcasamuppada), sehingga merawat bumi sama dengan merawat diri sendiri.

Ia juga mengapresiasi peran aktif pemuda dan menyampaikan bahwa aksi di Mawang ini merupakan program penanaman pohon ke-5 yang dilaksanakan oleh Bimas Buddha Sulawesi Selatan sebagai bagian dari komitmen gerakan penghijauan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Digelar Perdana! FKUB Kota Semarang Tanamkan Kerukunan Bagi Generasi Muda di SMPN 11 Semarang

Sebagai tuan rumah, Mantang Kurnia selaku perwakilan dari Yayasan Ratanajoti Mawang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GEMABUDHI, Bimas Buddha, dan seluruh ormas yang terlibat.

Mantang menegaskan bahwa Vihara Sasanadipa bukan hanya tempat mengolah batin, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam tersebut akan dirawat dengan baik oleh pihak yayasan agar tumbuh subur dan memberikan dampak ekologis yang positif bagi kawasan Mawang.

Dukungan penuh juga mengalir dari sektor pendidikan keagamaan. Perwakilan PERGABI Sulawesi Selatan, Joko Tri Santoso, S.Pd.B., menyatakan bahwa aksi terpadu ini merupakan implementasi nyata untuk mendukung program Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI yang konsisten menggaungkan gerakan merawat alam dan lingkungan hidup.

Menurutnya, sebagai pendidik, mereka berkewajiban mencontohkan secara langsung bahwa mencintai Dhamma juga berarti menjaga ciptaan-Nya. Melalui aksi ini, diharapkan nilai ekologis tertanam kuat di sanubari anak didik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang peka terhadap mitigasi perubahan iklim.

Angka 45 bibit pohon yang ditanam secara simbolis dalam kegiatan ini sekaligus melambangkan semangat persatuan, perjuangan, dan sinergi yang kokoh antarlambaga keagamaan Buddhis di Sulawesi Selatan dalam menjaga kelestarian bumi nusantara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB