Paus Leo XIV Warning Dunia: AI Bisa Jadi Ancaman Kemanusiaan!

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PBB menyambut baik manifesto Paus Leo XIV yang memperingatkan risiko besar di balik pemanfaatan AI, terutama di bidang militer. (AFP/Alberto Pizzoli)

PBB menyambut baik manifesto Paus Leo XIV yang memperingatkan risiko besar di balik pemanfaatan AI, terutama di bidang militer. (AFP/Alberto Pizzoli)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Paus Leo XIV lagi-lagi bikin gebrakan. Kali ini, Pemimpin Gereja Katolik itu mengingatkan dunia soal bahaya kecerdasan buatan (AI) yang makin tak terkendali.

Peringatan itu langsung mendapat dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kepala HAM PBB, Volker Turk, menilai pesan Paus penting banget di tengah perlombaan teknologi global yang makin brutal.

Lewat surat ensiklik berjudul Magnifica Humanitas yang terbit Senin (25/5), Paus Leo XIV menyoroti “perlombaan algoritma” demi dominasi geopolitik dan bisnis. Menurutnya, AI jangan sampai berubah jadi alat penindasan, pengucilan, bahkan kematian.

“Teknologi harus melayani manusia, bukan mengendalikan manusia,” tegas Turk mendukung pandangan Paus.

Sorotan paling tajam diarahkan ke penggunaan AI di sektor militer. Paus menolak keras keputusan soal hidup dan mati diserahkan ke mesin. Ia bahkan menyebut konsep “perang yang adil” sudah ketinggalan zaman.

“Tidak ada algoritma yang bisa membuat perang jadi bermoral,” tulisnya.

Meski kritis, Vatikan menegaskan mereka bukan anti teknologi. Paus menilai AI tetap bisa membawa manfaat besar, asalkan tidak dipakai untuk mendominasi manusia.

Menariknya, peluncuran manifesto itu juga dihadiri Christopher Olah, salah satu pendiri perusahaan AI asal AS, Anthropic. Nama Olah jadi sorotan karena perusahaannya tengah berseteru dengan militer AS akibat menolak pengembangan sistem perang otonom dan pengawasan massal.

Baca Juga :  Ayu Hendranata: Komunikator Kreatif dan Dampaknya bagi Masyarakat

Di hadapan Vatikan, Olah mengaku industri AI memang sedang menghadapi dilema moral besar. Paus pun mengajak para pengembang teknologi untuk duduk bersama mencari solusi demi masa depan manusia.

Urgensi isu ini makin terasa setelah PBB memprediksi nilai pasar AI global bisa tembus US$4,8 triliun pada 2033. Angka itu melonjak hampir 25 kali lipat hanya dalam satu dekade. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB