Jual Beli Titik SPPG Diduga Bermain Rapi, Polisi Temukan Jejak Sindikat

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya. (merdeka.com/Nur Habibie)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya. (merdeka.com/Nur Habibie)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kasus dugaan penipuan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makin bikin geleng kepala. Bukan cuma modus abal-abal biasa, praktik ini diduga dijalankan secara terorganisir dengan melibatkan jaringan tertentu.

Sejauh ini, sedikitnya 20 laporan masyarakat sudah masuk ke pihak kepolisian. Para korban mengaku diminta menyetor uang dengan iming-iming bisa mendapatkan titik SPPG dari program pemerintah.

Kasus ini terungkap di beberapa daerah. Di Batam, polisi tengah mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG dengan nilai fantastis mencapai Rp400 juta. Sementara di Jawa Barat, sebanyak 21 orang mengaku jadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,9 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran sementara, praktik ini diduga bukan kerja individu semata. Ada indikasi keterlibatan kelompok yang bergerak secara sistematis.

Baca Juga :  Keren, Lur! Pembalap 13 Tahun Ziven Raih Juara Ganda di HDC Purwokerto

“Saya pegang bukti-buktinya. Bukan hanya orang tidak dikenal, ada juga yang berasal dari satu organisasi. Ini sedang saya dalami,” ujar Sony kepada wartawan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Sony mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti transfer hingga identitas penerima uang yang disebut berkaitan dengan pengurusan titik SPPG.

“Bahkan ada bukti transfer dengan keterangan untuk SPPG, lengkap dengan ID-nya,” tegasnya.

Modus yang dipakai para pelaku pun terbilang licik. Mereka mengaku sebagai orang dekat pejabat BGN, bahkan ada yang mengklaim punya akses khusus di internal lembaga tersebut. Dengan cara itu, korban diyakinkan untuk menyerahkan sejumlah uang demi mendapatkan titik pelayanan gizi di wilayah tertentu.

BGN menegaskan tidak akan tinggal diam. Selain merugikan masyarakat, praktik ini juga mencoreng nama lembaga.

Baca Juga :  Kecele Nih! Ternyata “Projo” Bukan Singkatan “Pro Jokowi”, Lho!

“Jangan sampai ada yang menjual nama BGN untuk kepentingan pribadi,” kata Sony.

Sebelumnya, Sony memastikan hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan pegawai internal BGN dalam kasus tersebut. Namun, BGN terus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan sejumlah kepolisian daerah untuk membongkar jaringan penipuan ini.

Salah satu kasus yang sudah menunjukkan perkembangan ada di Jawa Barat. Polisi dikabarkan telah menangkap pelaku yang terlibat dalam laporan tersebut.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Polresta Barelang dan Polres Lombok Timur karena muncul laporan serupa di daerah lain.

Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan jalur cepat atau akses khusus terkait program pemerintah. Sebab, ujung-ujungnya bisa jadi cuma modus penipuan berkedok “orang dalam”. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB