Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Dana pensiun Malaysia mengaku menjadi korban dugaan manipulasi laporan keuangan eFishery. PM Anwar Ibrahim menyebut investasi Rp881 miliar terdampak dan menegaskan para investor kini menempuh jalur hukum untuk memulihkan kerugian.

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa dana pensiun milik pemerintah Malaysia menjadi korban dalam kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan startup agritech asal Indonesia, eFishery.

Pernyataan itu disampaikan Anwar dalam jawaban tertulis di Parlemen Malaysia. Ia mengungkapkan bahwa Retirement Fund Inc (KWAP) kehilangan investasi hampir RM200 juta atau sekitar Rp881 miliar setelah perusahaan tersebut diduga memanipulasi laporan keuangannya.

“Keputusan investasi dibuat melalui proses evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional,” ujar Anwar, dikutip Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Anwar, sebelum dana dikucurkan, KWAP bersama para investor lain telah melakukan due diligence atau uji tuntas secara independen. Namun, belakangan diketahui bahwa laporan keuangan perusahaan diduga telah direkayasa.

Baca Juga :  Rusia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Transportasi: Lalu Lintas Udara ke Bali Melonjak 4 Kali Lipat

“Investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” tegas Anwar.

Tak hanya dana pensiun Malaysia, sejumlah investor global juga ikut terdampak. Anwar menyebut nama-nama besar seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar sebagai bagian dari konsorsium yang menanamkan modal di startup tersebut.

Pada putaran pendanaan Seri D tahun 2023, eFishery berhasil mengumpulkan dana sebesar US$200 juta. Dari jumlah itu, KWAP menyuntikkan investasi sekitar US$47,7 juta atau setara RM194,35 juta.

Pernyataan Anwar merupakan jawaban atas pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, mengenai bentuk pengawasan dan pertanggungjawaban dewan direksi serta manajemen senior KWAP atas investasi bernilai besar tersebut.

Anwar menegaskan, konsorsium investor kini telah menempuh jalur hukum untuk memulihkan dana yang hilang. Di sisi lain, KWAP juga telah menyelesaikan audit internal dan memperkuat tata kelola investasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Akhirnya Perang Kamboja vs Thailand Berakhir, Diplomasi Jadi Solusi?

Ancaman 9 Tahun untuk Gibran

Kasus yang disinggung Anwar berkaitan dengan startup agritech eFishery, yang didirikan oleh Gibran Huzaifah. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu startup unicorn Indonesia di sektor perikanan dan sempat menjadi kebanggaan ekosistem startup nasional.

Namun, kasus dugaan rekayasa laporan keuangan akhirnya berujung di pengadilan. Pada April 2026, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, setelah dinyatakan bersalah dalam perkara manipulasi laporan keuangan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus tersebut kini menjadi salah satu skandal startup terbesar di Indonesia karena tidak hanya merugikan investor dalam negeri, tetapi juga menyeret dana pensiun pemerintah Malaysia serta sejumlah investor kelas dunia. (Red)

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:47 WIB

Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB