Duh! Kasihan Umat Kristiani, di Negara ini Mereka Dilarang Merayakan Natal

- Penulis

Minggu, 15 Desember 2024 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Dalam hitungan jari, umat Kristiani di seluruh dunia bakal merayakan puncak perayaan hari raya Natal 2024. Biasanya, hari yang menandai kelahiran Yesus Kristus tersebut jatuh setiap tanggal 25 Desember.

Sudah barang tentu, Natal menjadi perayaan spesial yang sangat umum terjadi di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sayangnya, ada satu negara yang melarang rakyatnya merayakan Natal. Duh! Lantas negara mana itu?

Nah, dilansir CNBC, Korea Utara disebut sebagai negara yang menganggap perayaan Natal sebagai tindakan ilegal dan dilarang.

Sadisnya lagi, konon, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut akan menghukum mati warganya yang melanggar ketentuan itu.

Ilustrasi perayaan Natal, sumber: pinterest

Negara Atheis

Tapi jangan kaget, Korea Utara adalah negara yang melarang penduduknya memeluk agama apapun termasuk Kristen.

Aturan ini praktis membuat seluruh penduduk Korea Utara adalah atheis (tak ber-Tuhan), meskipun ada saja warga negara yang secara diam-diam mempraktekkan ritual keagamaan.

Dilansir CNBC dari The Independent, diceritakan pengakuan Kang Jimin, yakni seorang pembelot Korea Utara, yang sama sekali tidak tahu ada Natal selama tinggal di Ibu Kota Pyongyang, Korea Utara.

Baca Juga :  Gegara Paus Fransiskus Kritik Kekejaman Serangan di Gaza, Israel Langsung Panggil Dubes Vatikan: Gawat!

“Natal adalah hari kelahiran Yesus Kristus tetapi Korea Utara jelas merupakan negara komunis sehingga orang-orang tidak mengetahui siapa Yesus Kristus. Mereka tidak tahu siapa Tuhan. Keluarga Kim adalah Tuhan mereka,” kata Jimin, seperti dikutip CNBC Indonesia, (15/12/2024).

Dan anehnya, pohon yang dihiasi pernak-pernik dan lampu Natal itu dapat ditemukan di Pyongyang.

Tapi, pohon tersebut selalu ada sepanjang tahun dan warga tidak menyadari konotasi perayaannya dengan hari raya umat Kristiani. Duh, kasihan ya mereka. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:58 WIB

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB