Tingkatkan Volume Perdagangan, Indonesia Bangun Kesepakatan dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU)

- Penulis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MOSKOW, RUSIA— Indonesia berpeluang membangun kesepatakatan dengan organisasi internasional regional Uni Ekonomi Eurasia – EAEU dalam perdagangan bebas pada 2025.

Perdagangan tersebut dilakukan bersamaan dengan negara-negara anggota diantaranya Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan juga Rusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares, Rabu (18/12/2024) dalam sebuah konferensi di Moskow—yang didedikasikan untuk peringatan ke-75 berdirinya hubungan bilateral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jose Antonio menyoroti tren peningkatan dalam hubungan modern Indonesia-Rusia, terutama dalam perdagangan.

“Pada tahun 2024, volume perdagangan kedua negara akan mencapai 3,5-4 miliar dolar AS”, ungkapnya.

Duta Besar mengatakan indikator-indikator tersebut merupakan “awal yang baik” namun dapat ditingkatkan melihat potensi ekonomi kedua negara dan juga negara anggota EAEU lainnya.

Baca Juga :  Indonesia dapat Mainkan Peran Stategis Sebagai Anggota Penuh BRICS

Ia berharap Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Indonesia pada akhirnya akan mencapai perjanjian perdagangan bebas pada tahun 2025.

Dewan Ekonomi Tertinggi Eurasia memutuskan untuk meluncurkan negosiasi mengenai masalah ini pada Mei 2022. Menurut situs resmi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), perundingan putaran kelima telah dilaksanakan pada Juli 2024.

Menurut Dubes RI, banyak permasalahan yang telah terselesaikan dan konkritnya syarat-syarat perjanjian ke depan masih dalam tahap akhir.

Peluang ini diapresiasi positif oleh pengamat politik Rusia, yang juga Wakil Direktur HSE Center for Integrated and International Studies, Alexander Korolev.

Siap Ditandatangani

Pada tataran ini, Korelev menyaikini Tren positif mungkin terjadi di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang menjabat pada bulan Oktober 2024, tetapi masih terlalu dini untuk membicarakannya.

Baca Juga :  Mengapa Lembaga Sekelas PBB Mau PHK 6.900 Stafnya?

Korolev mengatakan perjanjian kawasan perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia hampir siap ditandatangani pada tahun 2025.

Di antara bidang-bidang kerja sama yang menjanjikan antara Moskow dan Jakarta, para ahli juga menyebutkan perbankan syariah, pengembangan hubungan pendidikan (termasuk penerbitan ijazah ganda), kecerdasan digital dan buatan, ekologi dan penyediaan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

Untuk diketahui, EAEU adalah organisasi internasional regional yang tujuan utamanya adalah integrasi ekonomi dan perputaran perdagangan bebas antara negara-negara anggotanya.

Saat ini, EAEU mencakup lima negara bagian: Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Rusia. Singkatan EEU berarti “Uni Ekonomi Eurasia”. (Red)

(Pewarta: Amy Maulana-Rusia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB