SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Limbah bunga pinus yang selama ini hanya menumpuk di area perkebunan Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini disulap menjadi produk energi alternatif bernilai ekonomi oleh mahasiswa KKN Tematik UPN “Veteran” Jawa Timur.
Melalui program bertajuk “Pembuatan Bio-Briket Aromatik Berbasis Limbah Bunga Pinus”, mahasiswa KKN Skema Bina Desa Kolaborasi Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur Tahun 2026 memperkenalkan inovasi bio-briket ramah lingkungan kepada masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut digelar pada Senin, 11 Mei 2026 di Balai Desa Kalipucang dengan pendampingan dosen pembimbing Ir. Sani, M.T. Kegiatan ini turut melibatkan perangkat desa dan ibu-ibu TP-PKK Desa Kalipucang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini berangkat dari banyaknya limbah bunga pinus di kawasan hutan dan perkebunan desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibakar begitu saja sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan meningkatkan emisi karbon.
Padahal, bunga pinus memiliki kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi bio-briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Tak sekadar membuat bahan bakar alternatif, mahasiswa KKN juga menghadirkan inovasi unik dengan menambahkan aroma alami sereh pada bio-briket tersebut.
Aroma sereh dipilih karena mampu membantu mengurangi bau asap saat pembakaran, memberikan efek relaksasi, sekaligus berfungsi sebagai pengusir serangga alami.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajak memahami proses pembuatan bio-briket mulai dari pengeringan bahan baku, proses karbonisasi untuk menghasilkan arang berkualitas, pencampuran perekat alami, hingga tahap pencetakan briket berbentuk silinder padat siap pakai.
Selain pelatihan produksi, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pengembangan produk agar memiliki daya saing di pasaran. Masyarakat dikenalkan pada konsep branding, desain kemasan modern, hingga strategi pemasaran digital sederhana.
Hasil bio-briket aromatik kemudian dikemas menggunakan standing pouch modern agar terlihat lebih menarik, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding limbah biomassa mentah.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu TP-PKK aktif mengikuti pelatihan dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis energi hijau di desa mereka.
Dukungan juga datang dari perangkat desa dan Ketua TP-PKK Desa Kalipucang, Ny. Sri Utami Hariono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sesi dokumentasi, Ny. Sri Utami tampak memegang produk bio-briket aromatik hasil karya mahasiswa dan masyarakat sebagai simbol dukungan terhadap inovasi pengolahan limbah lokal.
Mahasiswa KKN juga menampilkan hasil akhir bio-briket bersama bunga pinus sebagai identitas bahan baku utama produk. Inovasi ini menjadi simbol transformasi limbah biomassa menjadi produk energi hijau yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Program bio-briket aromatik ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah biomassa secara berkelanjutan.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha mikro berbasis energi ramah lingkungan di Desa Kalipucang.
Adapun anggota Kelompok 2 KKN Desa Kalipucang terdiri dari Hilmi Rafif Ardya, Verra Putri Nur Azizah, Muhamad Abiedama Fahrezi, Rahma Diana Thoyib, dan Muhammad Raka Cahya Febrian.
Melalui program ini, Tim KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap bio-briket aromatik berbasis bunga pinus dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung kemandirian energi lokal sekaligus mendorong lahirnya inovasi masyarakat berbasis potensi desa dan berkelanjutan. (Red)
Penulis: Ir. Sani, M.T.; Hilmi Rafif Ardya; Verra Putri Nur Azizah; Muhamad Abiedama Fahrezi; Rahma Diana Thoyib; dan Muhammad Raka Cahya Febrian. Dosen dan Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur













Komentar