Ubah Limbah Pinus Jadi Briket Wangi, Mahasiswa UPN Jatim Sosialisasikan Gagasan Energi Hijau mendukung SDGs 7, 8, dan 12

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim KKN Tematik Skema Bina Desa Kolaborasi Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 2 Desa Kalipucang bersama perangkat desa, Ibu-ibu TP-PKK Desa Kalipucang, serta Ketua TP-PKK Desa Kalipucang, Ny. Sri Utami Hariono, usai pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bio-briket aromatik berbasis limbah bunga pinus. (Senin, 11/05/2026)

Tim KKN Tematik Skema Bina Desa Kolaborasi Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 2 Desa Kalipucang bersama perangkat desa, Ibu-ibu TP-PKK Desa Kalipucang, serta Ketua TP-PKK Desa Kalipucang, Ny. Sri Utami Hariono, usai pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bio-briket aromatik berbasis limbah bunga pinus. (Senin, 11/05/2026)

SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Limbah bunga pinus yang selama ini hanya menumpuk di area perkebunan Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini disulap menjadi produk energi alternatif bernilai ekonomi oleh mahasiswa KKN Tematik UPN “Veteran” Jawa Timur.

Melalui program bertajuk “Pembuatan Bio-Briket Aromatik Berbasis Limbah Bunga Pinus”, mahasiswa KKN Skema Bina Desa Kolaborasi Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur Tahun 2026 memperkenalkan inovasi bio-briket ramah lingkungan kepada masyarakat setempat.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut digelar pada Senin, 11 Mei 2026 di Balai Desa Kalipucang dengan pendampingan dosen pembimbing Ir. Sani, M.T. Kegiatan ini turut melibatkan perangkat desa dan ibu-ibu TP-PKK Desa Kalipucang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua TP-PKK Desa Kalipucang, Ny. Sri Utami Hariono, menunjukkan produk bio-briket aromatik berbahan dasar limbah bunga pinus hasil inovasi Tim KKN Tematik UPN “Veteran” Jawa Timur bersama masyarakat Desa Kalipucang. (Senin, 11/05/2026)

Program ini berangkat dari banyaknya limbah bunga pinus di kawasan hutan dan perkebunan desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibakar begitu saja sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan meningkatkan emisi karbon.

Padahal, bunga pinus memiliki kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi bio-briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Tak sekadar membuat bahan bakar alternatif, mahasiswa KKN juga menghadirkan inovasi unik dengan menambahkan aroma alami sereh pada bio-briket tersebut.

Baca Juga :  Soroti KUHP Baru, Mahasiswa Hukum Tekankan Pentingnya Pengawalan

Aroma sereh dipilih karena mampu membantu mengurangi bau asap saat pembakaran, memberikan efek relaksasi, sekaligus berfungsi sebagai pengusir serangga alami.

Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajak memahami proses pembuatan bio-briket mulai dari pengeringan bahan baku, proses karbonisasi untuk menghasilkan arang berkualitas, pencampuran perekat alami, hingga tahap pencetakan briket berbentuk silinder padat siap pakai.

Selain pelatihan produksi, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pengembangan produk agar memiliki daya saing di pasaran. Masyarakat dikenalkan pada konsep branding, desain kemasan modern, hingga strategi pemasaran digital sederhana.

Hasil bio-briket aromatik kemudian dikemas menggunakan standing pouch modern agar terlihat lebih menarik, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding limbah biomassa mentah.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu TP-PKK aktif mengikuti pelatihan dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis energi hijau di desa mereka.

Dukungan juga datang dari perangkat desa dan Ketua TP-PKK Desa Kalipucang, Ny. Sri Utami Hariono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sesi dokumentasi, Ny. Sri Utami tampak memegang produk bio-briket aromatik hasil karya mahasiswa dan masyarakat sebagai simbol dukungan terhadap inovasi pengolahan limbah lokal.

Baca Juga :  Bulan Budaya Walailak: Saat Seni Jadi Jembatan Persahabatan Indonesia–Thailand

Mahasiswa KKN juga menampilkan hasil akhir bio-briket bersama bunga pinus sebagai identitas bahan baku utama produk. Inovasi ini menjadi simbol transformasi limbah biomassa menjadi produk energi hijau yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Program bio-briket aromatik ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah biomassa secara berkelanjutan.

Produk bio-briket aromatik berbahan limbah bunga pinus dengan tambahan aroma sereh yang dikembangkan oleh Tim KKN Tematik Kelompok 2 Desa Kalipucang UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai upaya pemanfaatan biomassa lokal menjadi energi alternatif bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. (Senin, 11/05/2026)

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha mikro berbasis energi ramah lingkungan di Desa Kalipucang.

Adapun anggota Kelompok 2 KKN Desa Kalipucang terdiri dari Hilmi Rafif Ardya, Verra Putri Nur Azizah, Muhamad Abiedama Fahrezi, Rahma Diana Thoyib, dan Muhammad Raka Cahya Febrian.

Melalui program ini, Tim KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap bio-briket aromatik berbasis bunga pinus dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung kemandirian energi lokal sekaligus mendorong lahirnya inovasi masyarakat berbasis potensi desa dan berkelanjutan. (Red)

Penulis: Ir. Sani, M.T.; Hilmi Rafif Ardya; Verra Putri Nur Azizah; Muhamad Abiedama Fahrezi; Rahma Diana Thoyib; dan Muhammad Raka Cahya Febrian. Dosen dan Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB