“Ruang Aman Itu Hak!” FISIP & PSGA UIN Walisongo Tegaskan Lawan Kekerasan Seksual di Kampus

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Diskusi Anti Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus di Gedung FISIP Lantai 2, UIN Walisongo, pada Senin (11/05/2026).

Diskusi ini mengangkat tema “Ruang Aman adalah Hak Manusia” dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Kurnia Muhajarah M.SI dari PSGA UIN Walisongo, Nur Hasyim M.A selaku Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo, dan Lainatul Mudzkiyyah M.Psi dari Psikolog WHPDC.

Ketiga narasumber tersebut menyoroti berbagai kasus kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan kampus serta pentingnya menciptakan ruang aman bagi korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Kurnia Muhajarah M.SI menyampaikan informasi mengenai kontak yang dapat dihubungi mahasiswa apabila mengalami kekerasan seksual serta menegaskan bahwa pihak kampus akan selalu berada di pihak korban.

“Satgas PPKS itu SK nya sudah tertandatangan per Oktober 2025 dan Ketua Satgas sudah bekerja dari Desember 2025 up to now. So, jangan dengerin kalau ada informasi salah karena Satgas PPKS sudah ada sebelum berita ini viral.” jelasnya.

Baca Juga :  Jos! Regu Putri Padiraka MAN 1 Sumedang Raih Juara Harapan 3 Lomba Lintas Alam se-Jawa Bali

Ia juga mengajak para audiens untuk bersama-sama menciptakan ruang aman bagi korban.

“Kita bersuara dukung pemulihan korban dan ciptakan ruang aman. Ingat, korban itu tidak salah, yang salah adalah pelakunya, ”ujarnya.

Senada dengan Kurnia, Nur Hasyim juga turut membahas mengenai pentingnya otonomi tubuh dan hak setiap individu untuk menentukan batasan terhadap tubuhnya sendiri.

“Jadi kalau kita dilecehkan, otonomi tubuh kita itu diserang dan dirusak. Otonomi tubuh adalah hak kita untuk memiliki keputusan atas tubuh kita, “ungkapnya.

Nur Hasyim juga memaparkan, kekerasan seksual akan merusak integritas tubuh seseorang, dan sebagai individu mereka berhak untuk memutuskan keutuhan tubuhnya.

Sementara itu, Lainatul Mudzkiyyah M.Psi dari Psikolog WHPDC menjelaskan bahwa korban kekerasan seksual sering kali menghadapi berbagai tekanan sehingga tidak mudah untuk melapor.

“Saya meyakini bahwa tidak mudah bagi korban untuk melapor karena banyak sekali yang dirasakan seperti takut, malu, dapat cemoohan, agak lebay, dan sebagainya, “katanya.

Ia juga menambahkan pentingnya riset terkait isu kekerasan seksual di lingkungan kampus guna mendukung langkah pencegahan yang lebih baik.

Baca Juga :  FIK Unimed dan UPSI Malaysia Jalin Kerjasama Internasional Tingkatkan Kualitas Pendidikan Olahraga

“Mungkin di PSGA kita juga nanti perlu melakukan riset terkait dengan isu-isu ini yang ada di Universitas sehingga nanti kita bisa membuat langkah-langkah yang lebih baik untuk pencegahan, baik yang terjadi pada mahasiswa, dosen, ataupun karyawan di lingkungan UIN Walisongo, ”tambahnya.

Diskusi ini telah memberi manfaat bagi mahasiwa seperti yang disampaikan para narasumber. Mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2025, Dinda Syafira Maharani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari diskusi tersebut.

“Saya jadi lebih memahami tentang kekerasan seksual, mulai dari jenis-jenisnya, penyebabnya, sampai apa yang harus dilakukan jika terjadi di sekitar saya. Dari contoh kasus yang dijelaskan juga membuat saya lebih sadar bahwa kekerasan seksual bisa terjadi dalam berbagai situasi, “sebutnya.

Dinda berharap diskusi ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual agar mahasiswa merasa nyaman saat belajar.

“Kampus yang sehat lahir dari keberanian untuk mengadu, peduli, memahami, dan saling menjaga satu dengan yang lain, “tutupnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB