SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Jagat maya lagi panas! Isu soal dugaan “proyek gaib” senilai Rp 1,2 triliun di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) bikin publik heboh dan penuh tanda tanya.
Anggaran jumbo itu disebut-sebut terkait proyek teknologi yang dianggap tak jelas wujudnya. Benarkah ini proyek misterius?
Kepala BGN, Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara. Ia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan: uangnya nyata, proyeknya jelas, dan semua berjalan sesuai aturan!
“Ini bukan proyek gaib. Semua terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Dadan dalam pernyataan resminya di Jakarta.
Lalu, Dipakai Buat Apa Sih Uangnya?
Menurut Dadan, anggaran fantastis itu dipakai untuk membangun Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) — sebuah platform digital canggih untuk memantau kondisi gizi masyarakat Indonesia secara real-time.
Rinciannya bikin melongo:
Peruri Ikut Terlibat, Kok Bisa?
BGN menggandeng Perum Peruri sebagai mitra strategis. Bukan tanpa alasan, Peruri kini sudah bertransformasi jadi perusahaan teknologi dengan sistem keamanan tingkat tinggi.
Dadan menegaskan, kerja sama ini bukan asal tunjuk. Semua berdasarkan regulasi dan kapasitas Peruri dalam menjaga keamanan data negara.
BGN juga menyoroti satu hal krusial bahwa keamanan data rakyat. Sistem SIPGN nantinya akan menyimpan data gizi masyarakat Indonesia, yang tentu sangat sensitif.
“Kami pastikan tidak ada celah penyimpangan. Ini soal kedaulatan data,” tegas Dadan.
Menjawab kecurigaan publik, Dadan memastikan seluruh proses — termasuk lewat Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) — tetap berada di jalur hukum dan prinsip transparansi.
BGN menargetkan sistem ini segera beroperasi penuh agar distribusi program gizi makin tepat sasaran. Dengan teknologi IoT, pemerintah bisa memantau kondisi di lapangan secara langsung dan cepat.
Meski sudah dijelaskan, satu hal jelas: publik masih terus mengawasi. Proyek Rp 1,2 triliun ini bukan angka kecil—dan kepercayaan publik jadi taruhannya. (Red)