SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan resmi ke Rusia pekan depan. Di Moskow, pemimpin Indonesia tersebut dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin.
Hal ini diumumkan secara resmi kepada wartawan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono.
Menurut Menlu Sugiono, perhatian utama dalam pembicaraan akan difokuskan pada isu-isu yang memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia.
“Presiden akan membahas salah satu isu yang memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia,” kata Sugiono sebagaimana dikutip dari RIA Novosti. “Ia akan bertemu dengan Presiden Putin untuk membahas geopolitik global dan situasi di bidang energi, “ujar Sugiono.
Dengan demikian, pertemuan para pemimpin kedua negara ini akan mencakup berbagai masalah internasional, serta isu-isu keamanan energi yang saat ini memiliki arti kritis bagi banyak negara di dunia.
Sementara itu, juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa pihak Rusia secara aktif mempersiapkan kedatangan tamu agung tersebut.
“Pihak Rusia sedang mempersiapkan pertemuan dengan Prabowo Subianto,” ujar Peskov.
Ia juga berjanji bahwa rincian tambahan mengenai pertemuan yang akan datang akan diberikan kemudian. Kremlin tidak merinci agenda spesifiknya, namun menekankan pentingnya pengembangan hubungan bilateral dengan salah satu pemain kunci di kawasan Asia-Pasifik.
Kunjungan Presiden Indonesia ini terjadi di tengah meningkatnya peran Jakarta dalam politik global. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, secara konsisten mendukung kebijakan luar negeri yang berimbang, dengan tetap menjalin dialog baik dengan negara-negara Barat maupun negara-negara BRICS.
Pertemuan di Moskow ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama Rusia-Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir aktif berkembang di bidang militer, teknis, dan kemanusiaan.
Pemerintah Jakarta sejauh ini belum mengungkapkan jadwal lengkap kunjungan tersebut, namun sumber menyebutkan bahwa kunjungan akan berlangsung selama beberapa hari dan dapat diakhiri dengan penandatanganan sejumlah dokumen bilateral.
Rincian hasil pembicaraan, seperti yang disampaikan Peskov, akan diumumkan setelah pertemuan para pemimpin. (Red)